Sabtu, 05 Agustus 2017

MENYIA-NYIAKAN AMANAT





Oleh: KHM. Ihya' Ulumiddin
Taushiah Syahriah bln Agustus 2009

Allah tabaraka wa ta'alaa berfirman: " Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh"QS al Ahzaab:72.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Tiada Iman bagi seorang yang tidak memiliki integritas " (HR Abu Dawud at Thayalisi). Seorang Badui datang kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam. Ia bertanya: "Kapankah kiamat tiba?" Nabi shallallahu alaihi wasallam menjawab: "Ketika amanat disia-siakan maka tunggulah kiamat" Badui itu bertanya: "Bagaimana amanat bisa disia-siakan?" Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Jika urusan dikuasakan kepada orang yang bukan ahlinya maka tunggulah kiamat!"(HR Bukhari)

Amanat adalah sebuah etika yang merupakan lawan kata Khianat.
Menyia-nyiakan amanat memiliki makna: Khianat
Tidak menunaikan tugas kewajiban dan keteledoran dalam menjalankan ketaatan,
Menyerahkan dan menyandarkan urusan kepada selain ahlinya sebagaimana ketika posisi khilafah, pimpinan pemerintahan, mahkamah dan fatwa serta tannggung jawab apa saja dipegang oleh orang-orang yang bukan ahlinya. Sebuah contoh, syarat memegang kepemimpinan umum kaum muslimin adalah 1) ilmu syara' yang mengantarkan kepada ijtihad fiqih dan 2) keadilan sebagai lawan kefasikan yakni melakukan dosa besar atau terus menerus melakukan dosa kecil.

Pertama kali tanda ini muncul adalah di masa tabiin kemudian terus meluas dan tersebar di masa-masa berikutnya sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Kehancuran umatku berada di tangan seorang anak muda dari quresy"HR Bukhari. Permulaan orang-orang muda yang bodoh itu adalah Yazid bin Muawiyah (meninggal pada tahun 67) sebegaimana disebutkan oleh al Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Baari Kitabul Fitan. Tentu saja di samping hal yang harus kita mengerti di antara sunnah-sunnah alamiah adalah ketika manusia itu berbuat zhalim maka Allah pasti menguasakan mereka kepada seorang hakim/penguasa yang zhalim seperti diisyartakan firman Allah: "Dan demikianlah Kami jadikan sebahagian orang-orang yang zalim itu menjadi teman bagi sebahagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan."QS al An'aam: 129. dan seperti disebutkan dalam atsar: "Sebagaimana keadaan kalian seperti itu pula dikuasakan atas kalian" dalam sebuah versi riwayat: "Sebagaimana keadaan kalian seperti itu pula diberikan kepemimpinan atas kalian" (HR Baihaqi. Ia berkata: Hadits ini munqathi. Seorang perowinya yaitu Yahya bin Hasyim masuk dalam kategori dho'if)

Dalam Bukhari Muslim disebutkan dari Hudzaifah ra. Ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memberikan dua hadits (dua statement) kepadaku di mana aku telah menyaksikan (realitas) salah satunya sementara satu lagi selalu aku menantikannya; (Pertama) Beliau memberitahukan kepadaku bahwa amanat menetap di relung hati para tokoh (Rijaal). Alqur'an pun turun sehingga mereka bisa mengerti Alqur'an sekaligus mengerti As Sunnah. (Kedua) Beliau bersabda kepadaku tentang sirnanya Amanat. Beliau bersabda: "Sebentar seseorang tidur lalu Amanat tercabut dari hatinya. Bekas Amanat itupun tetap ada laksana noktah. Kemudian seseorang itu kembali tidur sebentar. Amanat lalu tercabut dari hatinya. (Meski begitu) bekasnya tetap ada laksana bengkak air - seperti halnya bara api yang kamu geserkan (jatuhkan) atas kakimu sehingga kaki itu melepuh dan kamu melihatnya bengkak padahal di dalamnya tak ada sesuatu apapun – sehingga (sampai pada tingkat) manusia melakukan jual beli maka hampir tak ada seorangpun yang mau menunaikan amanat hingga dikatakan; "Sesungguhnya di kalangan suku ini ada seorang lelaki yang bisa dipercaya", hingga ada komentar untuk lelaki itu; "Betapa teguh dirinya, betapa cerdas dan cerdik dirinya", padahal tiada sedikitpun iman di dalam hatinya" (HR Bukhari/6497)

Hadits ini memberikan peringatan akan musnahnya Amanat dan sesungguhnya orang yang dianggap Amanatpun bisa tercerabut darinya sehingga ia menjadi seorang pengkhianat setelah sebelumnya menjadi orang yang bisa dipercaya di mana ini semua bisa terjadi karena dirinya banyak bersentuhan dengan para pengkhianat.

Menyia-nyiakan Amanat adalah ciri khas orang-orang munafik (secara amal) sebagaimana dalam hadits: "Tanda orang munafiq ada tiga; jika berbicara ia bohong, jika berjaji ia mengingkari dan jika dipercaya ia mengkhianati"Muttafaq Alaih. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah mengkhabarkan bahwa barang siapa mengkhianati Amanat dan mengambil sesuatu dari pengkhianatan itu maka kelak di hari kiamat ia akan datang dengan memikul sesuatu tersebut di pundaknya. Beliau bersabda: "Demi Allah, seorang kalian tidak mengambil sesuatu apapun tanpa hak kecuali ia bertemu dengan Allah sambil membawa sesuatu tersebut di hari kiamat, maka jangan sampai aku melihat salah seorang dari kalian bertemu Allah sambil memikul unta, sapi atau kambing yang terus bersuara"HR Bukhari.

Cukup kiranya bagi kita untuk mengerti bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika berhijrah ke Madinah justru meninggalkan Ali bin Abi Thalib ra agar menggantikan Beliau menunaikan Amanat orang-orang kafir Quresy yang ada pada Beliau. Padahal mereka telah mengusir Beliau dari tanah kelahiran, menyakiti dan mendustakan Beliau. Kendati begitu hal ini tidak menjadi alasan bagi keabsahan mengkhianati Amanat. Beliau-lah manusia yang bersabda: "Tunaikanlah Amanat kepada orang yang mempercayaimu dan jangan mengkhianati orang yang berkhianat kepadamu"(HR Bukhari dalam Tarikhnya, Abu Dawud, Turmudzi dan Hakim) sebagaimana sesungguhnya Alqur'an telah memberikan bimbingan akan pentingnya tidak menyia-nyiakan Amanat dengan perintah tulisan dan persaksian dalam akad hutang piutang.

Allah berfirman: " Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya –sampai firman Allah; Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu'amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. ".QS al Baqarah: 282 – 283.

Begitulah, Amanat turun di hati para sahabat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kemudian perlahan-lahan menghilang dari hati orang-orang sedikit demi sedikit sehingga sampai pada kita kondisi seperti sekarang ini di mana orang-orang yang bisa dipercaya dapat dihitung dengan jari...subhaanallah!


الله يتولى الجميع برعايته

Sabtu, 20 Mei 2017

KUMPULAN SOAL UN MATEMATIKA SMA IPA

berikut adalah kumpulan soal-soal Ujian Nasional mata pelajaran Matematika tingkat SMA untuk jurusan IPA, soalnya yang tersedia adalah soal jadul. silakan periksa dan cek klik disini

Rabu, 10 Mei 2017

Penggunaan tabel Z distribusi normal

Rata-rata produktivitas padi di Aceh tahun 2009 adalah 6 ton per ha, dengan simpangan baku (s) 0,9 ton.  Jika luas sawah di Aceh 100.000 ha dan produktivitas padi berdistribusi normal (data tentatif), tentukan. Berapa luas sawah yang produktivitasnya lebih dari 8  ton? Sobat bisa saja ko pakai rumus berikut

menghitung probabilitas 

Super njlimet kan kalau harus ngitung integral kaya gitu. Disinilah gunanya tabel Z. Kita hitung dulu nilai z dari soal di atas dengan rumus

 

Setelah itu tinggal kita gunakan tabel Z untuk menentukan probabilitasnya. Cara menggunakan tabel Z nya sebagai berikut
  1. Caranya buka Tabel Z dan lihat  sel pada perpotongan baris 2,20 dan kolom 0,02.
  2.  Sobat akan menemukan sebuah angka yaitu 0,98679 dan bila dijadikan persen menjadi 98,679%.
  3. Angka yang sobat temukan di tabel z tersebut menunjukkan  luas di bawah kurva normal baku dari titik 2,22 ke kiri kurva yaitu 98,679%. Karena luas seluruh di bawah kurva normal adalah 100%, maka luas dari titik 2,22 ke kanan kurva adalah 100% – 98,679% = 1,321% (arsir warna hitam pada gambar).  Oleh karena itu, luas sawah yang produktivitasnya lebih dari 8 ton adalah 1,321%, yaitu (1,321/100) x 100.000 ha = 1321 ha. Mudah kan sobat kalau pakai tabel Z.
 
copas dari http://rumushitung.com/2013/01/21/tabel-z-distribusi-normal/

Rabu, 01 Februari 2017

m a t e m a t i k a, . . . .


 Sepakatkah dengan hasil dan proses pengambilan kesimpulan berdasarkan gambar tersebut ???

Kamis, 13 Oktober 2016

Macam-macam Murtad (Kitab Sullam At Taufiq)


Image result for murtad
 
(فصل)
 يجب على كل مسلم حفظ اسلامه وصونه عما يفسده ويبطله ويقطعه وهو آلردة والعياذ بالله تعلى 
Setiap orang islam wajib memelihara dan menjaga keislamannya agar jangan sampai ada sesuatu yg merusak,membatalkan dan memutus islamnya,sebab semua itu adalah murtad, semoga kita dilindungi oleh Alloh dari perbuatan murtad.

وقد كثر في هذاالزمان التساهل فى الكلام حتى انه يخرج من بعضهم الفاظ تخرجهم عن السلام ولا يرون ذلك ذنبا فضلا عن كونه كفرا  


Pada zaman ini banyak orang yg sembrono dalama berkata2. Segingga yg diucapkan sungguh sungguh mengeluarkan dirinya dari agama islam,sementara dia sama sekali tidak pernah menganggap bahwa yg diucapkan itu dosa, apalagi dianggap kufur malah tak mungkin

والردة ثلاثة اقسام اعتقادات وافعال واقوال
Perbutan murtad terbagi menjadi tiga hal.
1. MURTAD I'TIQOD (keyakinan dalam hati)
2.MURTAD FI'LIYAH (perbuatan)
3.MURTAD QOULIYAH (ucapan)
Masing2 bagian bercabang amat banyak

وكل قسم يتشعب شعبا كثيرة فمن الأول الشك في الله او في رسوله اوالقران او اليوم الاخر او الجنة او النار اوالثواب اوالعقاب اونحو ذلك مما هو مجمع عليه

Pertama, Murtad  I'tiqodi
Murtad karena Kenyakinan
Setiap pembagian Sifat murtad bercabang cabang dgn cabang yg banyak. Sebagian dari murtad I'TIQOD yaitu: 
  • Meragukan adanya Allah, 
  • Meragukan utusan Allah, 
  • Meragukan kebenaran Alqur'an, 
  • Meragukan hari kiyamat, Meragukan
  • Meragukan adanya surga dan neraka, Meragukan
  • Meragukan adanya pahala, 
  • Meragukan siksaan Allah 
  • Meragukan hukum yg disepakati para ulama mujtahid.
  
اوعتقد فقدصفة من صفات الله تعلى الوجبة له اجماعا كالعلم او نسب له صفة يجب تنجيهه عنها اجماعا كالجسم اوحلل محرما با لاجماع معلوما من الدين با لضرورة مما لا يخفى عليه كزنا ولواط والقتل والسرقة والغصب او حرم حلال كذلك كالبيع والنكاح

  • Berkeyakinan tidak ada sifat wajib bagi Alloh yg telah disepakati ulama mujtahid, Serperti 'ilmu', Menisbatkan Alloh dgn sifat yang seharusnya wajib mensucikanya secara ijma' ulama seperti mengatakan Allah berjasad
  • Menghalalkan perkara haram yg di sepakati Ulama Mujtahid sdh di ketauhui secara agama. Seperti : zina, liwath (homosex), Pembantaian, Pencuarian, Merampok, 
  • Mengharamkan yang halal seperti jual beli dan nikah
 
اونفى وجوب مجمع عليه كذلك كالصلوات الخمس اوسجدا منها والزكاة والصوم والحج والوضوء او اوجب مالم يجب اجماعا كذلك او نفى مشروعية مجمع عليه كذلك كارواتب او عزم على الكفر في المستقبل او على فعل شيء  في الحال مما ذكر او تردد فيه لا وسواسه او انكر صحبة سيدنا ابي بكر رضي الله عنه اورسالة واحد من الرسل مجمع على رسالته او جحد حرفا مجمعا عليه من القران او زاد حرفا فيه مجمعا على نفيه معتقدا انه منه او كذب رسولا او نقصه او صغر اسمه بقصد تحقيره او جوز نبوة احد بعد نبينا محمد صلى الله عليه وسلم

  • Meniadakan kewajiban yg  telah disepakati ulama, seperti sholat lima waktu, atau menghilangkan satu sujud dari Sholat, Meniadakan kewajiban Zakat, Puasa, Haji, Wudlu.
  • Mewajibkan apa yg tidak wajib secara ijma' ulama
  • Meniadakan ibadah yg di syareatkan agama,' seperti sholat sunah rowatib (qobliyah-ba'diyah)
  • Berencana kufur (Murtad ) akan masa datang.
  • Berencana mengerjakan sesuatu pada keadaan dari apa yg telah disebutkan
  • Bimbang dalam agama, Bukan karena waswas. 
  • Mengingkari sahabat-sahabat nabi kita seperti abu Bakar, Umar ,Utsman, Ali.
  • Mengingkari kerasulan salah satu rosul Allah menurut Ijma' ulama.
  • Mengingkari satu huruf dari Alqur'an yang telah disepakati ulama
  • Menambahkan satu huruf yg tidak dalam Alquran menurut Ijma' ulama sedangkan dia meyakini itu salah satu huruf Alquran.
  • Mendustakan dan meremehkan serta men-tashgir nama rasul dgn tujuan menghina, 
  • Menyangka ada nabi sesudah nabi muhammad SAW.
 
والقسم الثاني الافعال كسجود لصنم او شمس او مخلوق اخر
Kedua, Murtad Fi'liyah yaitu seperti :
Murtad Karena Perbuatan
  • Menyembah berhala, 
  • Menyembah matahari, 
  • Menyembah mahluk lainnya
 
والقسم الثالث الاقوال وهي كثيرة جدا لا تنحصر منها ان يقول لمسلم ياكافر او يا يهودي او يانصراني او ياعديم الدين مريدا ان الذي عليه المخطب من الدين كفر او يهودية او نصرانية او ليس بدين وكالسرية باسم من السمائه تعلى اووعده اووعيده ممن لا يخفى عليه نسبة ذلك اليه سبحانه وتعلى وكان يقول لو امراني الله بكذا لم افعله اولوصارت القبلة في جهة كذا ما صليت او لو اعطاني الله الجنة مادخلتها مستخفا


Ketiga, Murtad Qouliyah.
Murtad karena ucapan
Ini sangat banyak sehingga tdk terhitung jumlahnya, Diantaanya:  
  • Memanggil Seorang Muslim dengan kata-kata : "Hai orang kafir !!, "Hai orang yahudi !! , "Hai orang nasrani !!   Hai orang tak beragama !! dengan tujuan tersebut. 
  • Menghina salah satu nama dari nama2 Alloh.
  • Menghina janji dan ancaman Alloh atau Apa yang di-hubungkan kepada-Nya.
  • Berkata : "Andaikan Alloh memerintahkan-ku, maka aku tidak akan mengerjakan-Nya.
  • Berkata :  "Jika arah kiblat dipindah kearah yg lain, maka Aku tidak mau shalat.
  • Berkata  : "Seandainya aku diberi syurga oleh Alloh, maka saya tak mau memasukinya,Semua diucapkan dengan tujuan merendahkan (مستخفا)
 او مظهرا للعناد في الكل وكأن يقول لو آخذ ني الله بترك الصلاة مع ما انا فيه من المرض ظلمني او قال لفعل حدث هذا بغير تقدير الله او ولو شهد عندي الانبياء او الملائكة او جميع المسلمين بكذا ما قبلتهم او قال لا افعل كذا وان كان سنة بقصد الاستهزاء او ولو كان فلان نبيا ما امنت به او اعطاه عالم فتوى فقال : ايش هذا االشرع مريدا الاستخفاف 
Menampakan kedurhakaan secara keseluruhan. Seperti :
  • Berkata : "Jika Alloh menyiksa-ku karena meninggalkan sholat , padahal aku sedang sakit berarti Alloh menzholimi -ku.
  • Berkata ketika ada sesuatu peristiwa : "Ini bukan takdir Alloh".
  • Berkata : "Andai yg menjadi saksi  itu para nabi, para malaikat, atau seluruh muslimin maka aku tak kan mau menerima mereka menjadi saksi.
  • Berkata : "Aku tidak mau melakukan ini, sekalipun itu sunah, (kata-kata menghina)
  • Berkata : " Seandainya si Fulan menjadi nabi, saya tak mau percaya kepada-nya,
  • Berkata : " Syareat yg mana ini?" .(Dia berkata : ketika ada seorang ulama memberikan Fatwa-Hukum dgn tujuan meremehkan.)
 
او قال لعنة الله على كل عالم مريدا الاستغراق الشامل لأحد الانبياء او قال انا برئ من الله او من الملائكة او من النبي صلى الله عليه وسلم او من القرأن او من الشريعة او من الاسلام او قال لحكم حكم به من الاحكام الشريعة ليس هذاالحكم اولا اعرف الحكم مستهزئا بحكم الله
  • Berkata : "Laknat Alloh atas semua orang 'Alim. dgn ucapan ini berarti  mengkaitkan keseluruhan salah satu nabi.
  • Berkata : " Saya melepaskan diri dari Allah ! "Saya bebas dari malaikat !, bebas dari nabi !,  atau bebas dari syariat ! dan dari islam.
  • Berkata : "Ini bukan hukum syareat'' . (Berkata ketika ada satu hukum syara')
  • Berkata : "Saya tidak kenali hukum syara ini', dgn maksud menghina hukum Allah SWT.
 
اوقال وقد ملأ وعاء وكأسا دهاقا او افرغ شرابا فكنت شرابا او عند وزن اوكيل واذا كلوهم او وزنوهم يخسرون او عند رؤية جمع وحشرناهم فلم نغادر منهم احدا بقصد الاستخفاف او الستهزاء في الكل وكذا كل موضع استعمل فيه القرأن بذلك فان كان بغير ذالك القصد فلا يكفر لكن قال الشيخ احمد ابن حجررحمه الله لا تبعد حرمته وكذا يكفر من شتم نبيا او ملكا 
  • Berkata Sambil mengejek saat mengisi benjana dengan Ayat "(وكأسا دهاقا)" atau  "(فكانت شرابا) " sambil menuang minuman, dgn tujuan menghina. Atau membaca Ayat (واذا كلوهم او وزنوهم يخسرون) ketika berada disisi timbangan atau takaran, (tujuan menghina). Atau Membaca Ayat (وحشرناهم فلم نغادر منهم احدا) Ketika ada rombongan lewat dgn tujuan menghina atau meremehkan Alqur'an.
  • Membaca Ayat Alqur'an  disebuah tempat dgn maksud menghina. Jika tidak, maka tidaklah kufur.

Namun menurut Syeikh Ahmad bin Hajar  hal itu mendekati keharaman, demikian pula memaki para nabi dan malaikat,

 
او قال اكون قوادا ان صليت اوما اصبت خيرا منذ صليت اوالصلاة لا تصلح لي بقصد الاستخفاف بها او الاستهزاء اوستحلال تركها اوالتشا ؤم بها او قال لمسلم انا عدوك وعدو نبيك او لشريف انا عدوك وعدو جدك مريدا النبي صلى الله عليه وسلم او يقول شيأ من نحو هذه الالفاظ البشيعة الشنيعة 


Dan berkata ,jika saya sholat maka saya akan menjadi penjual pelacur,
Dan berkata sejak saya sholat tidak mendapat kebaikan.
Dan berkata sholat itu sama sekali tidak pantas bagiku, dgn tujuan menghina sholat,meremehkan atau menganggap halalnya meninggalkan sholat atau merasa mendapat situasi buruk sebab sholat.
Dan berkata kepada syarif (keturunan Nabi muhammad SAW), aku ini musuhmu,dan musuh kakekmu, dia bermaksud menghina nabi SAW.
atau berkata selain dgn kata2 tersebut(mulai awal )tapi sama buruknya dgn kata2 diatas juga menjadikannya murtad,

وقد عد الشيخ احمد بن حجر والقاضي عياض رحمهما الله تعلى في كتا بها الاعلام والشفاءاشيأ كثيرة فينبغي الاطلاع عليها فان من لم يعرف الشر يقع فيه وحاصل اكثر تلك العبارات يرجع الى ان كل عقد او فعل او قول يدل على استهانة او استحفاف بالله او كتتبه او رسوله او ملائكته او شعائره او معالم دينه او احكامه او وعده او وعيده كفر او معصية ا و يهودية فليحذار الانسان من ذلك جهده
Imam syeh ahmad bin hajar dalam kitab Al-I'lamu Biqowatihil islam, menghitung dan menerangkan banyak masalah murtad
dan imam Qodi iyad juga demikian dalam kitab Assyifa, seyogyanya kita melihat dua kitab itu, siapa yang tak mengerti keburukan, tentu jatuh kedalamnya.
Wal hasil kesimpulan keterangan diatas, dikembalikan kepada Aqidah,perbuatan,dan ucapan yg menunjukan penghinaan dan meremehkan Alloh,kitab2, rosul2, tanda agama seperti (masjid, majlis,musholah dll, pent),hukum2,atau janji dan ancaman-NYA. Semua itu ada dua hukum adkalanya kufur dan adakalanya maksiat.
Karenanya, semua insan tak lain diriku juga harus waspada dan hati 2 sekuat tenaga terhadap hal hal diatas WALLOHU 'ALAM.

Jumat, 23 September 2016

Perumusan Indikator Pencapaian Kompetensi: Materi Pelatihan



Merumuskan indikator  pencapaian kompetensi (IPK) ranah kognitif merupakan proses yang sangat strategis dalam kegiatan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran . Dalam kegiatan  ini guru perlu perlu memahami konsep dan cara menerapkan konsep tentang proses berpikir dan pengetahuan yang menjadi materi pemikiran. Proses berpikir dan pengetahuan sebagai muatan pikiran dalam praktik sehari-hari terintegrasi dan terpadu, Keterkaitan antara keduanya dapat dilihat pada gambar  berikut.

Mengingat
Mengingat adalah memanggil kembali pengetahuan yang telah tersimpan dalam  memori . Mengingat  menggunakan memori untuk menggugah kembali definisi , fakta , atau daftar , atau  informasi yang dipelajari sebelumnya.
Contoh IPK
  • Menuliskan ulang data
  • Menyebutkan kembali definisi….
  • Menyusun langkah-langkah kegiatan observasi….
  • Mendeskripsikan konsep ….. dalam diskusi
  • Menuliskan informasi kembali hasil….
Memahami
Memahami artinya mengembangkan atau merumuskan makna melalui berbagai jenis fungsi baik lisan maupun tulisan  seperti menafsirkan , mencontohkan , mengklasifikasi, meringkas, menyimpulkan , membandingkan , atau menjelaskan.
Contoh Indikator pencapaian kompetensi:
  • Menafsirkan data yang terdapat dalam tabel…..
  • Menentukan contoh penerapan konsep…..
  • Memilih langkah-langkah yang paling tepat ……
  • Meringkas materi hasil telah….………
Menerapkan
Menerapkan prosedur tertentu yang  merujuk pada materi pelajaran telah dipelajari sehingga menghasilkan produk-produk tertentu pula,  seperti,  model, karya, materi presentasi, melakukan wawancara, atau simulasi.
Model indikator pencapaian kompetensi
  • Menggunakan data sebagai sebagai dasar argumentasi…..
  • Menyajikan diagram hubungan data hasil pengamatan ……
  • Memperbaiki langkah-langkah kegiatan….
  • Menghimpun materi dalam presentasi….
  • Melakukan wawancara….
  • Mempresentasikan langkah kerja dalam mempraktikan….
  • Mensimulasikan cara kerja……
Menganalisis
Menganalisis adalah mengurai  konsep, prosedur, komponen  ke dalam beberapa bagian. Menganalisis dapat berupa mengurai sesuatu untuk mengenali  bagaimana bagian-bagiannya berhubungan satu sama lain. Mengidentifikasi berhubungan antarkomponen dalam struktur keseluruhan dalam mecapai tujuan.
Kegiatan  menganalisis  bisa juga merupakan proses  mental dalam membedakan, mengorganisir, menghubungkan , serta membedakan antara komponen dalam satu kesatuan fakta. Kemampuan analisis diperlukan dalam  survei, menyusun grafik,  membaca grafik, membuat atau membaca diagram, serta mempresentasikan diagram.
Contoh IPK
  • Mengidentifikasi komponen yang membentuk….
  • Medeskripsikan hubungan fungsional komponen untuk …..
  • Men kekuatan dan kelemahan pada….
  • Mengubungkan data-data untuk membuat kesimpulan…
  • Mengidentifikasi besarnya peran… dalam…
Mengevaluasi
Mengevaluasi merupakan proses menentukan nilai sesuatu berdasarkan kriteria atau standar. Dengan menilai, mengukur, atau  mengkritisi kita dapat mengetahui tingkat pencapaian yang dapat dinyatakan dengan  belum memenuhi, memenuhi, atau melebihi kriteria yang telah ditentukan. Dengan bersandar pada data  siswa  dapat menentukan baik buruknya sesuatu. Produk dari evaluasi dapat berupa nilai pencapaian,  kritik, rekomendasi, atau laporan.
Dengan menguasai kegaitan evaluasi siswa dapat melakukan perubahan. Kegiatan mengevaluasi menentukan  ide untuk membuat baru sehingga karya sebelumnya menjadi dasar untuk mencipatakan  sesuatu yang baru dalam berkreasi.
Contoh IPK
  • Membandingkan prilaku yang seharusnya dengan yang senyatanya untuk …..
  • Menilai ketercapaian…… berdasarkan kriteria…..
  • Menentukan kekuatan ….. untuk dikembangkan menjadi…
  • Mengidentifikasi kelemahan pada…. sebagai bahan perbaikan.
Berkreasi
Berkreasi atau mencipta adalah proses menghubungkan antar  elemen secara bersama-sama untuk membentuk satu kesatuan utuh dan fungsional. Mereorganisasi unsur ke dalam pola baru atau struktur yang berbeda. Mengembangkan cara atau strategi baru melalui pengembangan perencanaan sehingga menghasilkan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya. Menempatkan atau menggunakan bagian secara bersama-sama dengan cara yang baru, atau mensintesis bagian menjadi sesuatu yang baru dan berbeda dalam mengembangkan produk . Proses ini merupakan proses mental  tertinggi dalam taksonomi.
Contoh indikator pencapaian kompetensi siswa dapat
  • Mengintegrasi data yang diperoleh dari hasil observasi untuk menyusun….
  • Merumuskan proposal……
  • Meninjau ulang pelalksanaan kegiatan…. Untuk melakukan perbaikan proses…..
  • Mendisain model….. yang baru berdasarkan contoh yang sudah ada.
  • Mengevaluasi produk tahun lalu untuk dasar pengembangan pelaksanaan inovasi….
Demikian materi ini saya susun sebagai bahan pelatihan guru-guru.
Referensi
  • http://www.unco.edu/cetl/sir/stating_outcome/documents/Krathwohl.pdf
  • http://thesecondprinciple.com/teaching-essentials/beyond-bloom-cognitive-taxonomy-revised/