Kamis, 14 November 2013

Siroh Sahabat: Julaibib ra.



Siroh Sahabat: Julaibib ra.
Kisah Menakjubkan Sahabat Nabi, Julaibib Mendapatkan Jodoh –

Namanya Julaibib, begitulah dia biasa dipanggil. Nama ini sendiri mungkin sudah menunjukkan ciri fisiknya yang kerdil dan pendek. Nama Julaibib adalah nama yang tidak biasa dan tidak lengkap. Nama ini, tentu bukan ia sendiri yang menghendaki. Bukan pula orang-tuanya. Julaibib hadir ke dunia tanpa mengetahui siapa ayah dan ibunya. Demikian pula orang-orang, semua tidak tahu, atau tidak mau tahu tentang nasab Julaibib. Bagi masyarakat Yatsrib, tidak bernasab dan tidak bersuku adalah cacat sosial yang sangat besar.

Julaibib yang tersisih
Tampilan fisik dan kesehariannya juga menjadi alasan sulitnya orang lain ingin -dekat dengannya. Wajahnya jelek terkesan sangar, pendek, bunguk, hitam, dan fakir. Kainnya usang, pakaiannya lusuh, kakinya pecah-pecah tidak beralas. Tidak ada rumah untuk berteduh, tidur hanya berbantalkan tangan, berkasurkan pasir dan kerikil. Tidak ada perabotan, minum hanya dari kolam umum yang diciduk dengan tangkupan telapak tangan. Abu Barzah, pemimpin Bani Aslam, sampai-sampai berkata tentang Julaibib, “Jangan pernah biarkan Julaibib masuk diantara kalian! Demi Allah jika dia berani begitu, aku akan melakukan hal yang mengerikan padanya!” demikianlah keadaan Julaibib pada saat itu.

Namun jika Allah berkehendak menurunkan rahmatNya, tidak satu makhluk pun bisa menghalangi. Julaibib menerima hidayah, dan dia selalu berada di shaf terdepan dalam shalat maupun jihad. Meski hampir semua orang tetap memperlakukannya seolah ia tiada, tidak begitu dengan Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam Shollallahu ‘alaihi wasallam sang rahmat bagi semesta alam.

Julaibib yang tinggal di shuffah Masjid Nabawi, suatu hari ditegur oleh Sang Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam, “Julaibib…”, begitu lembut beliau memanggil, “Tidakkah engkau menikah?”
“Siapakah orangnya Ya Rasulallah Shollallahu ‘alaihi wasallam”, kata Julaibib, “yang mau menikahkan putrinya dengan diriku ini?”
Julaibib menjawab dengan tetap tersenyum. Tidak ada kesan menyesali diri atau menyalahkan takdir Allah pada kata-kata maupun air mukanya. Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam juga tersenyum. Mungkin memang tidak ada orang tua yang berkenan pada Julaibib.

Tapi hari berikutnya, ketika bertemu dengan Julaibib, Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam menanyakan hal yang sama. “Julaibib, tidakkah engkau menikah?”. Dan Julaibib menjawab dengan jawaban yang sama. Begitu, begitu, begitu. Tiga kali. Tiga hari berturut-turut.

Dan di hari ketiga itulah, Sang Nabi menggamit lengan Julaibib dan membawanya ke salah satu rumah seorang pemimpin Anshar. “Aku ingin menikahkan putri kalian.”, kata Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam pada si empunya rumah, “
“Betapa indahnya dan betapa barakahnya”, begitu si wali menjawab berseri-seri, mengira bahwa sang Nabi lah calon menantunya. “Ooh.. Ya Rasulallah Shollallahu ‘alaihi wasallam, ini sungguh akan menjadi cahaya yang menyingkirkan temaram di rumah kami.”
“Tetapi bukan untukku”, kata Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam, “ku pinang putri kalian untuk Julaibib”
“Julaibib?”, nyaris terpekik ayah sang gadis
“Ya. Untuk Julaibib.”
“Ya Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam”, terdengar helaan nafas berat. “Saya harus meminta pertimbangan istri saya tentang hal ini”
“Dengan Julaibib?”, isterinya berseru, “Bagaimana bisa? Julaibib berwajah lecak, tidak bernasab, tidak berkabilah, tidak berpangkat, dan tidak berharta. Demi Allah tidak. Tidak akan pernah putri kita menikah dengan Julaibib”
Perdebatan itu tidak berlangsung lama. Sang putri dari balik tirai berkata anggun, “Siapa yang meminta?”
Sang ayah dan sang ibu menjelaskan kepada putrinya.

“Apakah kalian hendak menolak permintaan Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam? Demi Allah, kirim aku padanya. Dan demi Allah, karena Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam yang meminta, maka tiada akan dia membawa kehancuran dan kerugian bagiku”. Sang gadis yang shalehah lalu membaca ayat ini :

“Dan tidaklah patut bagi lelaki beriman dan perempuan beriman, apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata” (QS. Al Ahzab : 36)

Dan sang Nabi dengan tertunduk berdoa untuk sang gadis shalihah, “Ya Allah, limpahkanlah kebaikan atasnya, dalam kelimpahan yang penuh barakah. Jangan Kau jadikan hidupnya payah dan bermasalah..”
Doa yang indah.

Pelajaran dari Kisah Julaibib
Kita belajar dari Julaibib untuk tidak meratapi diri sendiri, untuk tidak menyalahkan takdir, untuk selalu pasrah dan taat pada Allah dan RasulNya. Tidak mudah menjadi Julaibib. Hidup dalam pilihan-pilihan yang sangat terbatas.

Memang pasti, ada batas-batas manusiawi yang terlalu tinggi untuk kita lampaui. Tapi jika kita telah taat kepada Allah, jangan khawatirkan itu lagi. Ia Maha Tahu batas-batas kemampuan diri kita. Ia tidakkan membebani kita melebihi yang kita sanggup memikulnya.
Urusan kita sebagai hamba memang taat kepada Allah. Lain tidak! Jika kita bertidakwa padaNya, Allah akan bukakan jalan keluar dari masalah-masalah yang di luar kuasa kita.
Urusan kita adalah taat kepada Allah. 

Maka benarlah doa sang Nabi. Maka Allah karuniakan jalan keluar baginya. Maka kebersamaan di dunia itu tidak ditakdirkan terlalu lama. Meski di dunia sang istri shalehah dan bertaqwa, tapi bidadari telah terlampau lama merindukannya. Julaibib telah dihajatkan langit mesti tercibir di bumi. Ia lebih pantas menghuni surga daripada dunia yang bersikap tidak terlalu bersahabat padanya.

Saat syahid, Sang Nabi begitu kehilangan. Tapi ia akan mengajarkan sesuatu kepada para sahabatnya. Maka ia bertanya diakhir pertempuran. “Apakah kalian kehilangan seseorang?”
“Tidak Ya Rasulallah Shollallahu ‘alaihi wasallam!”, serempak sekali. Sepertinya Julaibib memang tidak beda ada dan tiadanya di kalangan mereka.
“Apakah kalian kehilangan seseorang?”, Sang Nabi bertanya lagi. Kali ini wajahnya merah bersemu.
“Tidak Ya Rasulallah Shollallahu ‘alaihi wasallam!”. Kali ini sebagian menjawab dengan was-was dan tidak seyakin tadi. Beberapa menengok ke kanan dan ke kiri.
Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam menghela nafasnya. “Tetapi aku kehilangan Julaibib”, kata beliau.
Para sahabat tersadar,“Carilah Julaibib!”
Maka ditemukanlah dia, Julaibib yang mulia. Terbunuh dengan luka-luka, semua dari arah muka. Di sekitarnya tergolek tujuh jasad musuh yang telah ia bunuh. Sang Rasul, dengan tangannya sendiri mengafani Sang Syahid. Beliau Shollallahu ‘alaihi wasallam menshalatkannya secara pribadi. Dan kalimat hari berbangkit. “Ya Allah, dia adalah bagian dari diriku dan aku adalah bagian dari dirinya.”

Di jalan cinta para pejuang, biarkan cinta berhenti di titik ketaatan. Meloncati rasa suka dan tidak suka. Melampaui batas cinta dan benci. Karena hikmah sejati tidak selalu terungkap di awal pagi. Karena seringkali kebodohan merabunkan kesan sesaat. Tapi yakinlah, di jalan cinta para pejuang, Allah lebih tahu tentang kita. Dan Dialah yang akan menyutradarai pentas kepahlawanan para aktor ketaatan. Dan semua akan berakhir seindah surga. Surga yang telah dijanjikanNya.

“Apalah artinya rupa yang cantik dan kedudukan yang tinggi, tapi rumah tangga porak peranda. Suami curang terhadap isteri, manakala isterinya juga bermain kayu tiga di belakang suami. Apalah yang dibanggakan dengan harta kekayaan yang melimpah ruah tetapi hati tetap tidak senang malah selalu bimbang dan cemas kerana diburu orang ke mana pergi. Memadailah rezeki yang sedikit yang Allah kurniakan tetapi berkat. Memadailah dengan suami yang dijodohkan tiada rupa asalkan suami tersebut dapat memberi kebahagiaan di dunia dan lebih-lebih lagi Akihrat.”

Wassalam

sumber: http://www.fantasiceritaku.com 

Jumat, 08 November 2013

bacaan istighfarot hari asyuro'

Muharrom mengandung banyak kisah dan kemuliaan. silakan baca disini

Sedangkan ditulisan ini hanya dibahas fokus pada istighfar asyuro'-nya.
Sangat dianjurkan bagi kita untuk berpuasa pada bulan muharrom khususnya hari ke sembilan (yaum tasu'a) dan hari ke sepuluh (yaum asyuro') 

Disamping amalan puasa juga sangat ditekankan untuk membaca istighfarnya. kapankah dibaca? yakni pada hari asyuro' (ke sepuluh) setelah sholat ashar hingga menjelang berbuka puasa. adapun bacaannya sebagai berikut. (klo tampilan arabnya tidak terbaca, disediakan teks indonesianya pada bagian bawah)




استغفارات يوم عاشوراء

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَـَنا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ  10x  
وَإِلاَّ تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُنْ مِّنَ الْخَاسِرِيْنَ 10 x  
رَبِّي إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِيْ فَاغْفِرْلِي 10x  
لاَإِلهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَx   10

أَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ ظَلَمْتُ نَفْسِي وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي إِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَx   15

أَللّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَـِّر مَا صَنَعْتُ أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ  15x  

سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيْـزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَي وَزِنَةَ الْعَرْشِ . الْحَمْدُ ِللهِ مِلْءَ الْمِيْـزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَي وَزِنَةَ الْعَرْشِ . أَلله أَكْبَر مِلْءَ الْمِيْـزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَي وَزِنَةَ الْعَرْشِ . لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنَ اللهِ إِلاَّ إِلَيْهِ
سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ الله التَّامَّاتِ كُلِّهَا . الْحَمْدُ ِلله عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ الله التَّامّـَاتِ كُلِّهَا . ألله أَكْبَر عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوِتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ الله التَّامَّـاتِ كُلِّهَـا . أَسْأَلُكَ السَّلاَمَةَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِالله الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ .

أَسْتَغْفِرُ اللهَ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا 100x  
أَسْتَغْفِرُ اللهَ رَبَّ الْبَرَايَا أَسْتَغْفِرُ اللهَ مِنَ الْخَطَايَا 40x  
رَبِّ اغْفِرْلىِ وَلِوَالِدَيَّ 40x  
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِx  1
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِى لاَ اِلَهَ إِلَّا هُوَ1x  


ISTIGHFAR ASYURO

Robbanaa Dzolamnaa Anfusanaa Wa Inlam Tagfir Lanaa Watarhamnaa Lanakuunanna Minal Khoosiriin (10X)

Wa Inlaa Tagfirlii Wa Tarhamnii Akun Minal Khoosiriiin (10X)

Robbi Innii Dzolamtu Nafsii Fagfirlii (10X)

Laa Ilaaha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minad Dzholimiin (10X)

Allohumma Anta Robbi Laa Ilaha Illa Anta Dzholamtu Nafsi Wa'taroftu Bidzambi Faghfirlii Innahu La Yaghfirud Dzunuba Illa Anta (15 X)

Allohumma Anta Robbii Laa Ilaaha Illaa Anta Kholaqtanii Wa Anaa Abduka Wa Anaa 'Alaa 'Ahdika Wa Wa'dika Mastatho'tu 'A-'uudzubika Min Syarrimaa Shona'tu Abuu-Ulaka Bi Ni'matika 'Alayya Wa Abu-U Bidzambii Faghfirlii Fa Innahu La Yaghfirud Dzunuuba Illaa Anta(15 X)

Subhanalloh Mil-Al Miizaani Wa Muntahal 'Ilmi Wa Mablaghor Ridlo Wa Zinatal 'Arsyi
Al Hamdu Lillah Mil-Al Miizaani Wa Muntahal 'Ilmi Wa Mablaghor Ridlo Wa Zinatal 'Arsyi
Allohu Akbar Mil-Al Miizaani Wa Muntahal 'Ilmi Wa Mablaghor Ridlo Wa Zinatal 'Arsyi
La Malja-a Walaa Manja Minallohi Illa Ilaihi
Subhanalloohi Adadas Syaf'I Wal Witri Wa Adada Kalimatillahit Taammati kullihaa
Al Hamdulillah Adadas Syaf'I Wal Witri Wa Adada Kalimatillahit Taammati kullihaa
Allohu Akbar Adadas Syaf'I Wal Witri Wa Adada Kalimatillahit Taammati kullihaa
As-Alukas Salaamata Bi Rohmatika Ya Arhamar Roohimiin Walaa Haula Walaa Quwwata Illa Billahil 'Aliyyil 'Adzhiim

Astaghfirulloha Innahu Kana Ghoffaro (100X)

Astagfirulloh Robbal Baroya Astaghfirulloh Minal Khothoya (40X)

Robbigfirly Waliwa Lidayya (40X)

Astaghfirullohal Adhzim Alladzi la ilaha illa huwa (1X)

Subhanalloh wabihamdihi Subhanallohil Adzhim (1 X)

Wa Shollohu 'Ala Sayyidinaa Muhammadin Wa 'Ala Alihii Washohbihii Wa Sallam
Wal Hamdulillhi Robbil 'Alamiin

***Robbana Taqobbal Minna Waqbalnaa Bisirril Fatikhah***

ASYURO' BESERTA AMALIYAHNYA

oleh: bapaknya muhammad


Kemuliaan bulan Muharrom
 
Muharrom menjadi bulan mulia karena memang dipilih Alloh ta’ala sebagai salah satu bulan dari 4 bulan mulia (Asyhurul-Hurum).
Alloh berfirman dalam surat At-Taubah 36.

Artinya :
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram[640]. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri[641] kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa."
 

====================
[640]. Maksudnya antara lain ialah: bulan haram (bulan Dzul-Qaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab), tanah haram (Mekah) dan Ihram.
Dalam suatu riwayat dikemukakan peristiwa sebagai berikut: Pada bulan Dzulqaidah Nabi Muhammad dengan para shahabatnya berangkat ke Mekah untuk menunaikan umrah dengan membawa qurban. Setibanya di Hudaibiah, dicegat oleh kaum Musyrikin, dan dibuatlah perjanjian yang isinya antara lain agar kaum Muslimin menunaikan umrahnya pada tahun berikutnya. Pada bulan Dzulqaidah tahun berikutnya berangkatlah Nabi Muhammad beserta shahabatnya ke Mekah, dan tinggal di sana selama tiga malam. Kaum musyrikin merasa bangga dapat menggagalkan maksud Nabi Muhammad untuk umrah pada tahun yang lalu. Allah Ta’ala membalasnya dengan meluluskan maksud umrah pada bulan yang sama pada tahun berikutnya. Turunnya ayat tersebut di atas (S. 2: 194) berkenaan dengan peristiwa tersebut.
(Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari Qatadah.)
[641]. Maksudnya janganlah kamu menganiaya dirimu dengan mengerjakan perbuatan yang dilarang, seperti melanggar kehormatan bulan itu dengan mengadakan peperangan.
Para ulama’ berbeda pendapat tentang bulan manakah yang lebih mulia daripada bulan yang lainnya diantara empat bulan ini?
Imam Hasan berkata, yang paling utama dari beberapa bulan tersebut adalah bulan Muharrom.
 


Dalam kitab dzikroyat wa munasabat (ومناسبات ذكريات) halaman 24 Abuya Assayyid Muhammad bin ‘Alawy Al-Maliky Al-Hasany menjelaskan bahwa kemuliaan bulan Muharrom disamping karena ayat di atas, juga karena Rosululloh sengaja memilihnya sebagai bulan mulia dengan menyebutnya sebagai SYAHRULLOH ;(شهرالله ); bulan Alloh. Sebutan ini sama persis dengan Nabi Muhammad dipilih Alloh dengan sebutan Rosululloh ; الله رسول, Nabi Ibrohim dipilih sebagai kekasih lebih dari para nabi yang lain dengan sebutan KHOLILULLOH ; الله خليل. Bahkan ketika banyak bangunan dari batu didirikan di muka bumi ini, tetapi Alloh hanya memilih Masjidil Harom yang di dalamnya ada Ka’bah dan Hajar As’a, demikian juga bangunan-bangunan (masjid) yang digunakan untuk menyembah hanya kepada Alloh saja dengan sebutan BAITULLOH ; الله بيت.
 

Lebih dari itu Abuya juga menjelaskan lebih detail lagi tentang kemuliaan bulan pertama di tahun Hijriyah ini juga Asyhurul-hurum yang lain, dengan sebuah penjelasan yang dinukil dari pendapat Asy-Syaikh Ali bin Abi Tholhah dan Asy-Syaikh Ibnu Rojab yang mengatakan bahwa 4 bulan tersebut mempunyai kehormatan karena mendapat kehormatan langsung dan khusus dari Alloh Ta’ala. Karena beribadah pada bulan-bulan tersebut sangat besar pahalanya dari pada dilakukan di luar asyhurul – hurum, di samping itu apabila ada seseorang berbuat dosa di dalam asyhurul-hurum maka dosanya pun juga dilipat-gandakan.

Dari sisi sejarah peradaban manusia, kita bisa mengambil ‘ibroh dan contoh kasuksesan dan keberhasilan para nabi terdahulu sebelum nabi Muhammad, bahkan pada peradaban manusia era nabi Muhammad sendiri hingga kini, ternyata Alloh Ta’ala berkehendak menempatkan bulan Muharrom sebagai bulan awal perubahan kehidupan manusia. Misalnya ;



Nabi Adam ‘alaihissalam mengawali kesuksesan hidup di bumi ini dengan diterima taubatnya oleh Alloh yang juga tepat di bulan Muharrom ini. Jadi Selama perpindahan serta perpisahan Nabi Adam dan ibunda Hawwa’ dari sorga ke bumi beliau beristighfar terus dengan bacaan istighfar yang diabadikan Alloh Ta’ala dalam Al-Qur’an di surat ke-7 Al-A’rof ayat 23 juz 8 ;
Keduanya berkata Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika engkau tidak mengmmpuni kami
 

istighfar nabi Adam -     إستغفارنبي الله آدم
Artinya;
Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”.
Maka tepat tanggal 10 Muharrom atau yang dikenal dengan sebutan hari ‘Asyuro Alloh Ta’ala menerima taubat dan istighfar nabi Adam ‘Alaihis-Salaam.
 

Peristiwa kedua dalam sejarah peradaban dunia, Nabi Nuh ‘Alaihis-Salaam, ternyata sukses dalam menjalani hidup dengan kesabaran yang luar biasa hingga Alloh Ta’ala memilihnya sebagai salah seorang Nabi yang bergelar ‘Ulul ‘Azmi. Namun sekali lagi Alloh Ta’ala sengaja menempatkan puncak cerita kehidupan Nabi pembuat Kapal ini, juga dalam bulan Muharrom. Yaitu saat Alloh Ta’ala menyelamatkan Nabi Nuh dan 99 pengikutnya dalam kapal dari banjir bandang terbesar sepanjang sejarah kehidupan manusia. Maka berlabuhlah kapal nabi Nuh di bukit Judiy. Cerita ini diabadikan Alloh Ta’ala dalam Al-Qur’an surat ke-11 Hud ayat 44 juz 12, yang artinya :
Dan difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” Dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim.”
 

Ternyata Nabi Nuh juga mempunyai amalan istighfar seperti Nabi Adam namun dengan redaksi yang berbeda :
 

QS Nuh 28
Ya Tuhanku Ampunilah aku dan ibu bapak ku juga orang orang yang masuk kerumahku dengan beriman

istighfar nabi nuh
 
QS Hud 47
Nabi Nuh Berdo'a Ya Tuhanku , sesungguhnya aku berlindung kepada engkau …….

Nabi Musa Alaihis-Salaam, juga mempunyai cerita yang sama. Di bulan Muharrom Alloh sengaja memilihnya sebagai bulan awal kesuksesan karena di hari ke-10 Muharrom Alloh Ta’ala menyelamatkan dari kejaran Fir’aun. bahkan Fir’aun pun ditenggelamkan pada hari yang sama. dan ternyata Nabi musa pun punya istighfar :
QS Al A'rof 151
Nabi Musa Berdo'a Yatuhanku ampunilah aku dan saudaraku dan masukanlah kami kedalam rahmat Engkau,….
Dalam hadits Rosullulloh yang diriwayatkan oleh Imam Nasa’i dari hadits Abi Dzar, beliau berkata : aku bertanya kepada Rosullulloh shollallohu ‘alaihi wasallam, “malam apakah yang paling utama dan bulan apakah yang paling utama?” Maka beliau menjawab : “Sebaik-baik malam adalah pertengahan malam, dan paling utamanya bulan adalah bulan yang kalian semua berdo’a didalam bulan tersebut, yakni Muharrom”.

 
Kita juga tahu Alloh subhanahu wa ta’ala menciptakan manusia dalam keadaan lemah yang tidak mempunyai daya apapun. Dan diantara kelemahan yang selalu menghinggapi manusia adalah lupa. Baik itu lupa akan pekerjaan yang telah dilakukan, lupa dimana kita menempatkan barang, ataupun lupa akan dosa yang telah kita lakukan.


Akan tetapi, walaupun Alloh subhanahu wa ta’ala memberikan sifat lupa kepada manusia, yang dengan lupa tersebut manusia menjadi durhaka dan berbuat seenaknya (ma’shiat), Alloh memberi kita dan menyiapkan bagi kita pelebur dosa yang dapat membersihkan dosa yang telah mereka lakukan. Diantara sarana yang disediakan Alloh adalah :
1. Segera menyusul kejelekan yang telah dilakukan dengan kebaikan. Karena dengan itu, niscaya kebersihan akan melebur dosa-dosa akibat kejelekan yang telah dilakukan.
2. Banyak membaca sholawat kepada Rosullulloh shollallohu alaihi wasallam.
3. Banyak membaca istighfar dan menyesali dosa yang telah dilakukan.
Ketiga hal ini adalah kebaikan secara umum yang bisa kita lakukan dimana saja dan kapan saja. Sementara itu, disana ada waktu dan tempat yang kita dianjurkan secara khusus untuk memanfaatkannya sebagai sarana pelebur dosa dan memohon ampun. Salah satu dari waktu yang dianjurkan itu adalah pada bulan Muharrom, tepatnya pada tanggal 10 Muharrom, yang biasa dikenal dengan Asyuro.
Pada waktu Asyuro tersebut, Rosullulloh menganjurkan umatnya agar menggunakan dengan baik hari itu untuk meminta ampunan pada Alloh dengan cara berpuasa pada hari itu. Dan diantara fadhilah (keutamaan) puasa Asyuro adalah melebur dosa kita setahun yang telah lewat.
 

Akan tetapi, karena puasa Asyuro juga dijalankan oleh orang-orang Yahudi, maka agar kita sebagai Muslim tidak menyerupai mereka, kita disunnahkan juga berpuasa sehari sebelum Asyuro, yaitu pada tanggal 9 Muharrom, yang dikenal dengan Tasu’a. Atau puasa sehari sesudah Asyuro’ yakni tanggal 11 Muharrom.

SEJARAH HARI ASYURO

Hari Asyuro dan puasa didalamnya tidak hanya dikenal pada zaman Rosullulloh shollallohu alaihi wasallam saja. Akan tetapi puasa hari Asyuro sudah dikenal pada zaman jahiliyah.
Dalham bin Sholeh bertanya pada Ikrimah, “Ada apa dengan Asyuro?” Ikrimah pun menjawab : “Orang Quraisy pernah melakukan dosa pada masa jahiliyah, dan dosa itu terasa berat dihati mereka. Mereka pun bertanya, bagaimanakah cara mereka bertaubat? Maka dikatakan bahwa mereka pun harus berpuasa pada tanggal 10 Muharrom (Asyuro)”.
 

Disamping sebagai sarana pelebur dosa, maka puasa Asyuro juga merupakan sebuah hari raya atau hari ulang tahun mengenang semua kejadian besar yang pernah ada didunia ini. Diantara kejadian-kejadian besar tersebut adalah :
1. Asyuro adalah hari pertama sejarah peradaban manusia dimulai, yakni ketika Nabiyulloh Adam alaihissalam bersama istrinya, sayyidatuna Hawwa turun kedunia.
2. Pada hari itu Alloh banyak sekali menerima taubat hamba-hambaNya yang bersalah, diantaranya pada hari itu Alloh menerima taubat Nabiyulloh Adam alaihissalam, taubat kaum Nabiyulloh Yunus alaihissalam dan taubat kaum Nabi Musa alaihissalam.
3. Pada hari itu Nabiyulloh Musa alahissalam dan kaumnya selamat dari kejaran Fir’aun dan tentaranya, sekaligus hari tengelam dan kematian Fir’aun beserta pasukannya dilaut Merah.
4. Pada hari itu pula, perahu Nabiyulloh Nuh alaihissalam berlabuh digunung Judiy.
Sebagai rasa syukur, maka Nabiyulloh Nuh dan Nabiyulloh Musa alaihimassalam pun berpuasa pada hari itu.
 

AMALAN SELAIN PUASA HARI ASYURO
Untuk menambah tabungan amal kita, selain puasa, ada beberapa amalan lain yang bisa dikerjakan pada hari Asyuro, yaitu :
1. Bersilaturrohim pada sanak saudara.
2. Bershodaqoh.
3. Mandi dengan niat taubat (mandi taubat)
4. Bercelak.
5. Berkunjung pada orang-orang Alim (orang yang mengerti ilmu agama)
6. Berbelas kasihan pada anak yatim dengan mengusap kepalanya dan memberinya uang atau yang lainnya.
7. Tawassu’ lil iyyaal, atau memberi keleluasaan pada keluarga. Sebagai contoh semisal menu makanan pada hari biasa adalah nasi, tempe dan sambal saja, maka pada hari Asyuro mengistimewakan makanan dengan makanan yang lebih disukai oleh keluarga.
8. Memotong kuku.
9. Membaca surat al Ikhlas sebanyak 1000x.
 

Kita juga dianjurkan pada sore hari dihari tersebut agar membaca istighfar yang telah dibaca oleh para Nabi. Dipilihnya istighfar para nabi utamanya sayyidul istighfar adalah dalam rangka mengambil ibroh, semangat dan manfaat. Atau dalam istilah ulama yang lain disebut dengan TAFA’ULAN ; تفاؤلا ;(NGALAP KETULARAN, bahasa jawa). Sebagaimana Imam Asy-Saafi’i dalam bab Fadlo’ilul-A’maal ; motifasi untuk beramal sholih, beliau lebih suka mengambil Hadits Dloif dari pada mengambil pendapat seseorang (ulama).  

Dengan kata lain, Lha wong para nabi saja beristighfar masa’ kita orang yang tiap hari jelas maksiatnya dan berbuat dosa koq malas atau bahkan enggan beristighfar, lha itukan kebangeten…!
 

لا كبيرة مع لإستغفار لا صغيرة مع الإصرار

Tidak ada dosa besar, bila terus disertai istighfar, dan tidaklah terus disebut dosa kecil , bila terus ber istighfar.

 
TERUS BERISTIGHFAR

sumber: www.nurulharomain.org

Mengapa Orang Yahudi Rata-Rata Pintar?




ReadingOfTorah1956


TANPA bermaksud untuk menonjolkan apalagi mengidolakan orang Israel dan atau orang Yahudi, artikel ini ditulis untuk melihat “sisi lain” dari kebiasaan orang Yahudi yang mungkin informasi ini sangat berguna bagi kita untuk sekedar menambah wawasan, motivasi atau mungkin instropeksi diri. Informasi hasil ini hasil dari terjemahan H. Maaruf Bin Hj Abdul Kadir (guru besar berkebangsaan Malaysia) dari Universitas Massachuset USA tentang penelitian yang dilakukan oleh DR.Stephen Carr Leon. Penelitian DR Leon ini adalah tentang pengembangan kualitas hidup orang Israel atau orang Yahudi.

Mengapa Orang Yahudi, rata-rata pintar ? Studi yang dilakukan mendapatkan fakta-fakta sebagai berikut :Ternyata, bila seorang Yahudi hamil, maka sang ibu segera saja meningkatkan aktivitasnya membaca, menyanyi dan bermain piano serta mendengarkan musik klasik. Tidak itu saja, mereka juga segera memulai untuk mempelajari matematika lebih intensif dan juga membeli lebih banyak lagi buku tentang matematika. mempelajarinya, dan bila ada yang tidak diketahui dengan baik, mereka tidak segan-segan untuk datang ke orang lain yang tahu matematika untuk mempelajarinya.

Semua itu dilakukannya untuk anaknya yang masih didalam kandungan.Setelah anak lahir, bagi sang ibu yang menyususi bayi nya itu, mereka memilih lebih banyak makan kacang, korma dan susu. Siang hari, makan roti dengan ikan yang tanpa kepala serta salad. Daging ikan dianggap bagus untuk otak dan kepala ikan harus dihindari karena mengandung zat kimia yang tidak baik untuk pertumbuhan otak si anak. Disamping itu sang ibu diharuskan banyak makan minyak ikan (code oil lever).

Menu diatur sedemikian rupa sehingga didominasi oleh ikan. Bila ada daging, mereka tidak akan makan daging bersama-sama dengan ikan,karena mereka percaya dengan makan ikan dengan daging hasilnya tidak bagus untuk pertumbuhan. Makan ikan seyogyanya hanya makan ikan saja, bila makan daging , hanya makan daging saja, tidak dicampur. Makan pun, mereka mendahulukan makan buah-buahan baru makan roti atau nasi. Makan nasi dulu baru kemudian makan buah, dipercaya akan hanya membuat ngantuk dan malas berkerja.Yang istimewa lagi adalah : Di Isarel, merokok itu tabu! Mereka memiliki Anak-anak, selalu diprioritaskan untuk makan buah dulu baru makan nasi atau roti dan juga tidak boleh lupa untuk minum pil minyak ikan.

Mereka juga harus pandai bahasa , minimum 3 bahasa harus dikuasai nya yaitu Hebrew, Arab dan bahasa Inggris. Anak-anak juga diwajibkan dan dilatih piano dan biola. Dua instrument ini dipercaya dapat sangat efektif meningkatkan IQ mereka. Irama musik terutama musik klasik dapat menstimulasi sel otak. Sebagian besar dari musikus genius dunia adalah orang Yahudi.Satu dari 6 anak Yahudi, diajarkan matematik dengan konsep yang berkait langsung dengan bisnis dan perdagangan.

Ternyata salah satu syarat untuk lulus dari Perguruan Tinggi bagi yang Majoring nya Bisnis, adalah, dalam tahun terakhir, dalam satu kelompok mahasiswa (terdiri dari 10 orang), harus menjalankan perusahaan. Mereka hanya dapat lulus setelah perusahaannya mendapat untung 1 juta US Dollar. Itulah sebabnya, maka lebih dari 50 % perdagangan di dunia dikuasai oleh orang Yahudi. Design “Levis” terakhir diciptakan oleh satu Universitas di Israel, fakultas “business and fashion“.Olah raga untuk anak-anak, diutamakan adalah Menembak, Memanah dan Lari. Menembak dan Memanah, akan membentuk otak cemerlang yang mudah untuk “fokus” dalam berpikir !Di New York, ada pusat Yahudi yang mengembangkan berbagai kiat berbisnis kelas dunia.

Di sini terdapat banyak sekali kegiatan yang mendalami segi-segi bisnis sampai kepada aspek-aspek yang mempengaruhinya. Dalam arti mempelajari aspek bisnis yang berkaitan juga dengan budaya bangsa pangsa pasar mereka. Pendalaman yang bergiat nyaris seperti laboratorium, “research and development” khusus perdagangan dan bisnis ini dibiayai oleh para konglomerat Yahudi. 

Tidak mengherankan bila kemudian kita melihat keberhasilan orang Yahudi seperti terlihat pada : Starbuck, Dell Computer, Cocacola, DKNY, Oracle. pusat film Hollywood, Levis dan Dunkin Donat. hasil penelitian dari ahli peneliti tentang Genetika dan DNA yang meyakinkan bahwa nekotin akan merusak sel utama yang ada di otak manusia yang dampaknya tidak hanya kepada si perokok akan tetapi juga akan mempengaruhi “gen” atau keturunannya. Pengaruh yang utama adalah dapat membuat orang dan keturunannya menjadi “bodoh” atau “dungu”. Walaupun, kalau kita perhatikan , maka penghasil rokok terbesar di dunia ini adalah orang Yahudi ! Tetapi yang merokok , bukan orang Yahudi.

Khusus tentang rokok, negara yang mengikuti jejak Israel adalah Singapura. Di Singapura para perokok diberlakukan sebagai warga negara kelas dua. Semua yang berhubungan dengan perokok akan dipersulit oleh pemerintahnya. Harga rokok 1 pak di Singapura adalah 7 US Dollar, bandingkan dengan di Indonesia yang hanya berharga 70 sen US Dollar. Pemerintah Singapura menganut apa yang telah dilakukan oleh peneliti Israel , bahwa nikotin hanya akan menghasilkan generasai yang “Bodoh” dan “Dungu”. [sa/islampos/berbagicahaya/berbagaisumber]

sumber: http://knrp.org/wp/mengapa-orang-yahudi-rata-rata-pintar

Kamis, 07 November 2013

KETIKA IMAM MASJIDIL HARAM TIDAK DAPAT MENGELUARKAN SUARA



KAROMAH ABUYA AL ALLAMAH AL ARIF BILLAH AS SAYYID MUHAMMAD BIN ALAWI AL MALIKI AL HASANI.

WALAUPUN SEMPAT MASUK RUMAH SAKIT KARENA SAKIT YANG DATANG TIBA-TIBA, TETAPI KETIKA AKAN WAFAT BELIAU MEMINTA AGAR DI BAWA PULANG DAN AKHIRNYA BELIAU WAFAT DI ANTARA MURID-MURID DAN KITAB-KITABNYA.

KETIKA AKAN DI SHALATI DI MASJIDIL HARAM, KETIKA ITU IMAMNYA KEBETULAN ADALAH ORANG YANG TIDAK BELIAU SUKAI.
TETAPI SUBHANALLAH KETIKA JENAZAH DI MASUKKAN KE DALAM MASJID, SI IMAM TADI SEAKAN TIDAK BISA MENGELUARKAN SUARA, SEHINGGA DIA MUNDUR DAN DI GANTIKAN OLEH IMAN LAIN YAITU SYEIKH MUHAMMAD ABDULLAH SUBAYYIL, SEORANG IMAM YANG DEKAT DAN CINTA DENGAN BELIAU.

KETIKA PULUHAN RIBU MANUSIA MENGIRINGI KEPERGIANNYA, KERANDA DI USUNG DARI MASJIDIL HARAM MENUJU KOMPLEK PEMAKAMAN MA’LA. LAUTAN MANUSIA MELIPUTI JALAN-JALAN SAAT ITU BERGEMA TAHLIL DAN DZIKIR. SUBHANALLAH KETIKA DEKAT DENGAN MAKAM SAYYIDATUNA KHADIJAH TIBA-TIBA ENTAH BAGAIMANA, PINTU YANG MENUTUP MAKAM SAYYIDATUNA KHADIJAH TERBUKA SEHINGGA JENAZAH BELIAU DAPAT MEMASUKINYA, BARU KEMUDIAN DI KELUARKAN KEMBALI UNTUK DI BAWA KE MA’LA.

BELIAU ADALAH SEORANG YANG KASYAF ARTINYA ALLAH MEMBUKA UNTUK BELIAU SESUATU YANG TERTUTUP UNTUK ORANG LAIN, SEHINGGA SESUATU ITU BEGITU TAMPAK JELAS BAGI BELIAU BAHKAN PERBUATAN MANUSIA PUN TAMPAK DI HADAPANNYA. HAL INI KURANG BELIAU SUKAI SEHINGGA SERINGKALI BELIAU MEMINTA KEPADA ALLAH AGAR MENGHILANGKAN KASYAF TERSEBUT.

BELIAU PERNAH BERKATA KEPADA GURU KAMI, AL USTADZ AL HABIB SHOLEH BIN AHMAD AL AYDRUS, “WAHAI SHOLEH SESUNGGUHNYA PERUMPAMAAN MAQAM KASYAF DAN JADZAB DI BANDINGKAN DENGAN MAQAM YANG DI ATASNYA SEPERTI ANAK PEREMPUAN KECIL YANG SENANG DENGAN BONEKANYA. DIA AKAN MERASA CUKUP DENGAN BONEKA ITU DARIPADA SESUATU YANG LEBIH BERHARGA DAN LEBIH MAHAL.”

TETAPI SESUNGGUHNYA KAROMAH BELIAU YANG BESAR JUSTRU TERDAPAT PADA KEISTIQOMAHAN BELIAU DALAM BERIBADAH, BERDAKWAH, MENGAJAR DAN MELAYANI UMAT INI. CUKUP MENUNJUKKAN KEBESARAN BELIAU DAN KEDUDUKANNYA YANG TINGGI DI SISI ALLAH MENJADIKAN ILMU BELIAU MANFAAT, BAROKAH DAN MURID-MURIDNYA MENYEBAR KE SELURUH PENJURU MENJADI AHLI DAKWAH, ULAMA DAN PENYAMBUNG LIDAH RASULULLAH SAW.

DEMIKIAN PULA DENGAN KARYA-KARYA BELIAU YANG TERUS AKAN DI MANFAATKAN DAN DI AMBIL HIKMAHNYA OLEH MANUSIA SEPENINGGAL BELIAU. BANYAK PARA AULIYA’ JUSTRU KAROMAH MEREKA TAMPAK PADA KARYA-KARYA TULISNYA SEPERTI IMAM AN NAWAWI DAN JUGA TAMPAK PADA KEBERKAHAN WIRID-WIRID YANG DI SUSUNNYA SEPERTI IMAM ABUL HASAN ASY SYADZILI.

BELIAU MEMANG SUDAH MENINGGALKAN DUNIA YANG FANA INI TETAPI TETAP HIDUP DI HATI PARA PECINTANYA. BAHKAN PARA ULAMA DAN AULIYA MEREKA TIDAKLAH MATI BEGITU SAJA, MEREKA TETAQ HIDUP DI SISI ALLAH DAN TETAP MEMPEROLEH RIZKI. RUH MEREKA BEBAS BERJALAN KEMANA MEREKA INGINKAN SAMA KETIKA MEREKA MASIH HIDUP DI DUNIA. SEBAB RUH PARA KEKASIH ALLAH TIDAK DI BELENGGU ATAU DI IKAT.

BAHKAN HUBUNGAN BELIAU DENGAN MURID-MURID DAN PARA PECINTANYA TERUS BERSAMBUNG SEKALIPUN SUDAH BERPINDAH ALAM. BANYAK DI ANTARA MURID BELIAU YANG BERMIMPI MENDAPATKAN PETUNJUK DAN ARAHAN BELIAU. KETIKA MEREKA MENDAPATKAN SUATU MASALAH, BELIAU DATANG DALAM MIMPI MURIDNYA UNTUK MEMBANTU MEMBERIKAN SOLUSI. DEMIKIANLAH PARA AULIYA YANG TIDAK PERNAH PUTUS MENDAPAT RAHMAT ALLAH SEKALIPUN SUDAH MEMASUKI ALAM BARZAKH.

MUDAH-MUDAHAN ALLAH MENGUMPULKAN KITA BERSAMA BELIAU DAN PARA AULIYA DALAM KEADAAN RIDHA DAN DI RIDHAI OLEH ALLAH SWT. AAMIIN.



sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=537364649681763&set=a.236397599778471.57764.236235503128014&type=1&permPage=1

WAFATNYA SAYYID MUHAMAD BIN ALAWY AL-MALIKY



KISAH HABIB HAMID BIN ZAID BIN MUHSIN BIN SALIM AL-ATHTHAS SAAT TERAKHIR KALI BERSAMA SAYYID MUHAMMAD AL-MALIKY.

HAMID HAMID PERNAH MENEMPUH PENDIDIKAN DI PESANTREN DARUL MUSTAFA DAN TELAH MENIKAH DENGAN ADIK PEREMPUAN ISTRI SAYYID MUHAMMAD AL-MALIKY. SEMINGGU SEBELUM RAMADHAN 1425 H, HABIB HAMID MENERIMA TELEPON DARI SAYYID MUHAMMAD AL-MALIKY DI MEKAH DAN MEMINTANYA UNTUK DATANG KE MEKAH UNTUK UMRAH DAN MENEMUINYA.

HABIB HAMID MEMENUHI UNDANGAN TERSEBUT DAN BERAMA ISTRINYA SEGERA MEMPERSIAPKAN SEGALA KEPERLUAN UNTUK KEBERANGKATANNYA. :TIKET DAN VISA SUDAH DIURUS OLEH BIRO PERJALANAN YANG DITUNJUK ABUYA ( PANGGILAN HORMAT UNTUK SAYYID MUHAMMAD AL-MALIKY ). AYA HANYA MENGURUS PASPOR. SELURUH BIAYA JUGA DITANGGUNG ABUYA." KATA HABIB HAMID.

HARI KEDUA RAMADHAN, CERITANYA, SAYYID MUHAMAD AL-MALIKY KEMBALI MENELEPONNYA. BELIAU MEMINTA HABIB HAMID UNTUK SEGERA TERBANG KE MEKAH. "KAMU HARUS CEPAT MENYELESAIKAN URUSANMU, SEGERALAH TERBANG KE MEKAH." KATA SAYYID MUHAMMAD AL-MALIKY TERKESAN AGAK CEMAS. HARI KEEMPAT RAMADHAN, KEMBALI BELIAU MENELEPON UNTUK MEMASTIKAN HABIB HAMID DAN ISTRINYA JADI BERANGKAT. " KETIKA ITU ABUYA BILANG AGAR SAYA LANGSUNG SAJA TERBANG KE MADINAH UNTUK BERZIARAH KE MAKAM RASULULLAH SAW DAN SHALAT DI MASJID NABAWI. SEKALI LAGI, SAAT ITU, BELIAU MEMINTA AGAR SECEPATNYA SAMPAI DI MEKAH."

TEPAT PADA 5 RAMADHAN 1425 H, HABIB HAMID DAN ISTRI TERBANG MENUJU MADINAH. DI BANDAR UDARA, DIJEMPUT OLEH SALAH SEORANG MURID SAYYID MUHAMMAD AL-MALIKY DAN MEMBAWANYA KE HOTEL YANG TELAH DISEDIAKAN. DUA HARI DI MADINAH, KEMUDIAN TERBANG KE MEKAH. " SAYA SAMPAI DI MEKAH PADA TANGGAL 8 RAMADHAN DAN LANGSUNG ISTIRAHAT DI HOTEL YANG DISEDIAKAN ABUYA. SORENYA BARU DIJEMPUT OLEH HABIB ISA BIN ABDUL QADIR, SALAH SATU MURID BELIAU. UNTUK MENEMUI ORANG YANG PALING SAYA KAGUMI, SAYYID MUHAMMAD AL-MALIKY AL-HASANY. SUNGGUH TEGANG DAN JANTUNG BERDETAK LEBIH KERAS DARI BIASANYA."

SORE ITU, SEUSAI SHOLAT ASAR, ABUYA MENERIMA HABIB HABIB DI RUANG KERJANYA. " BELIAU MEMELUKKU, MENGUCAP SELAMAT DATANG DAN BERTANYA KABAR TEMAN DAN MURIDNYA DI INDONESIA, SEPERTI HABIB ABDURRAHMAN ASSEGAF ( BUKIT DURI ), HABIB ABDULLAH AL-KAF, K.H ABDULLAH FAQIH ( LANGITAN ) DAN ULAMA LAINNYA. SAYA JAWAB SEMUA BAIK-BAIK SAJA. SETELAH ITU SAYA KEMBALI KE HOTEL. BELIAU PESAN, AGAR NANTI BERBUKA PUASA BERSAMA DENGANNYA."

KETIKA SAAT BERBUKA PUASA HAMPIR TIBA, UTUSAN SAYYID MUHAMMAD AL-MALIKY MENJEMPUT HABIB HAMID. "HAMID, APA YANG KAU BAWA DARI INDONESIA." TANYA ABUYA TIBA-TIBA, SAAT HABIB HAMID MASUK KE RUANG KERJANYA.

"SAYA MEMBAWA DODOL DURIAN KESUKAAN ABUYA!" JAWAB HABIB HAMID.
WAJAH SAYYID MUHAMMAD AL-MALIKY TAMPAK GEMBIRA SEKALI. BELIAU LANGSUNG MEMBAGIKAN OLEH-OLEH ITU KEPADA TEMAN-TEMAN DAN MURIDNYA YANG ADA DISITU. BELIAU JUGA LANGSUNG MENCICIPINYA, KEBETULAN SAAT BUKA PUASA TIBA.

"ADA TITIPAN LAGI BUAT SAYA?" TANYA ABUYA LAGI.
"YA, SAYA MEMBAWA BUAH MANGGA DAN KELENGKENG"
DAHI ABUYA BERKERUT. "KELENGKENG? BUAH APA ITU ?" TANYA BELIAU.
HABIB HAMID MENJELASKAN BUAH KELENGKENG DAN MEMINTA BELIAU MENCOBANYA. "ABUYA TAMPAK SUKA SEKALI BUAH ITU, DAN MEMAKANNYA SAMPAI MENJELANG SHALAT ISYA" TUTUR HABIB HAMID.

MALAM ITU, TEPAT MALAM TANGGAL 9 RAMADHAN 1425 H, HABIB BERKESEMPATAN SHALAT ISYA DAN TARAWIH BERJAMAAH BERSAMA SAYYID MUHAMMAD AL-MALIKY. SAAT ITU IKUT BERJAMAAH BEBERAPA ULAMA DARI TURKI, MESIR DAN BEBERAPA NEGARA LAIN. TIBA-TIBA SAYYID MUHAMAD AL-MALIKY MEMANGGIL HABIB HAMID.
"HAMID BIN ZAID, KAMU JADI IMAM TARAWIH!" KATA SAYYID MUHAMMAD AL-MALIKY.

HABIB HAMID TIDAK MERASA NAMANYA YANG DIPANGGIL, SEBAB IA MERASA TIDAK MUNGKIN DITUNJUK MENJADI IMAM. SEMENTARA DISITU BANYAK ULAMA BESAR YANG PASTI LEBIH LAYAK MENJADI IMAM SHALAT TARAWIH. SEKALI LAGI SAYYID MUHAMMAD AL-MALIKY MEMANGGIL HABIB HAMID.
"HAMID BIN ZAID, KAMU YANG AKAN MENJADI IMAM."

"SULIT DIPERCAYA, SAYA YANG MASIH MUDA INI DITUNJUK MENJADI IMAM. SEMENTARA DI BELAKANG SAYA ADA ABUYA DAN ULAMA-ULAMA BESAR YANG DISEGANI. SUNGGUH, SAYA GEMETAR. MEMBACA SURAH AL-FATIHAH YANG BIASANYA LANCAR DI LUAR KEPALA PUN, MENJADI TERASA SANAGT SULIT. ALHAMDULILLAH.....SAYA MAMPU MELEWATI UJIAN BERAT ITU DENGAN BAIK, MESKIPUN HARUS GEMETARAN."

SELESAI SHALAT TARAWIH, SAYYID MUHAMMAD AL-MALIKY MEMBACA SHALAWAT DAN QASIDAH. "MENURUT MURID-MURIDNYA, SETIAP RAMADHAN, SEUSAI SHALAT, BELIAU SELALU MEMBACA QASIDAH SAYYIDAH KHADIJAH AL-KUBRA. BELIAU JUGA SERING BERZIARAH KE MAKAM ISTRI PERTAMA NABI SAW BERSAMA KELUARGANYA. SEBELUM MENINGGALKAN MASJID, BELIAU MEMANGGIL DAN MENYURUH SAYA UMRAH MALAM ITU JUGA."

"SEBELUM SAYA BERANGKAT UMRAH, ABUYA SEMPAT MENANYAKAN KEADAAN INDONESIA. BELIAU INGIN BERKUNJUNG KE INDONESIA, BERTEMU DENGAN PARA ULAMA DAN MURID-MURIDNYA. TAPI WAKYUNYA BELUM TEPAT, BELIAU BILANG, KESIBUKAN MENULIS BUKU DAN PERTEMUAN DENGAN PARA ULAMA MEKAH, SANGAT MENYITA WAKTUNYA."

PADA 10 RAMADHAN, KEMBALI ABUYA MEMANGGIL HABIB HAMID UNTUK SHALAT TARAWIH BERSAMA DAN UNTUK KEDUA KALINYA MENYURUHNYA UMRAH. "AJAKLAH ISTRIMU UNTUK UMRAH DAN KEMBALILAH UNTUK SHALAT SHUBUH BERJAMAAH, PESAN ABUYA SEBELUM SAYA BERANGKAT UMRAH. SAYA PUN BERPAMITAN SAMBIL MEMINTA IZIN UNTUK PERGI KE JEDDAH, SEKADAR SILATURRAHMI KE SAUDARA-SAUDARA ISTRI SAYA. ABUYA HANYA MEMBERI IZIN DENGAN ISYARAT TANGAN DAN WAJAH MENUNDUK. SAYA MERASA, BELIAU TIDAK INGIN MENGIZINKAN SAYA PERGI, TAPI JUGA TIDAK INGIN MENCEGAH. SAYA AKHIRNYA MEMUTUSKAN UNTUK TIDAK PERGI KE JEDDAH."

PAGI HARI TANGGAL 11 RAMADHAN, HABIB HAMID SHALAT SUBUH BERSAMA BERSAMA SAYYID MUHAMAD AL-MALIKY. BELIAU TERKEJUT SAAT SAYA BERADA DI SAMPINGNYA.

"KAMU TIDAK JADI PERGI KE JEDDAH?" TANYANYA.
"TIDAK ABUYA" SAHUT HABIB HAMID.
"BAGUS!" JAWAB ABUYA SAMBIL MEMELUKNYA.

MALAMNYA, SEPERTI HARI SEBELUMNYA, HABIB HAMID BERJAMAAH SHALAT TARAWIH YANG DIAKHIRI DENGAN MEMBACA QASIDAH SAYYIDAH KHADIJAH AL-KUBRA. MALAM ITU JUGA, HABIB HAMID MENDAPAT PERINTAH SAYYID MUHAMMAD AL-MALIKY UNTUK UMRAH YANG KETIGA KALINYA.
"PADA 12 RAMADHAN, SELESAI SHALAT ISYA, ABUYA MENYURUHKU UNTUK UMRAH YANG KEEMPAT KALINYA. KATANYA, ITU ADALAH UMRAH TERAKHIR ATAS PERINTAHNYA. PERASAAN SAYA MEMANG TAK ENAK SAAT BELIAU MENGATAKAN ITU. AH, MUNGKIN BELIAU PUNYA RENCANA LAIN UNTUK SAYA BESOK."

RABU 13 RAMADHAN, UNTUK KEDUA KALINYA, HABIB HAMID DITUNJUK MENJADI IMAM TARAWIH OLEH SAYYID MUHAMMAD AL-MALIKY. SAAT ITU JEMAANYA SEKITAR 200 ORANG, SEBAGIAN BESAR ADALAH TAMU-TAMU ABUYA. "MALAM ITU, BELIAU MERASA LETIH DAN KAKINYA KESEMUTAN." CERITA HABIB HAMID.

DI LUAR KEBIASAAN PULA, KALI INI, ABUYA TIDAK MEMBACA SHOLAWAT DAN QASIDAH. BELIAU MEMINTA MURID-MURIDNYA, BILAL, BURHAN, AQIL AL-ATHTHAS DAN SATU MURID ASAL KENYA, MEMBACAKAN SECARA BERGANTIAN.

SAYYID MUHAMMAD AL-MALIKY KELIHATAN SANGAT LELAH. MAKLUM TERKADANG SELAMA HAMPIR 24 JAM TERJAGA. TAMUNYA TAK PERNAH BERHENTI MENGALIR, DAN DI SELA WAKTU LUANGNYA, MASIH TEKUN
MENULIS DAN MEMBACA BUKU. PERPUSTAKAAN DI RUMAH TINGGALNYA SAMPAI MEMBUTUHKAN TIGA LANTAI. KAMARNYA JUGA PENUH DENGAN BUKU. SELAIN ITU, BELIAU JUGA SUKA BERKEBUN, TANAHNYA LUAS.

"ABUYA JUGA PUNYA KEBUN BUAH YANG CUKUP LUAS."
KATA HABIB HAMID.
AKHIRNYA, ABUYA SAYYID MUHAMMAD AL-MALIKY MASUK RUMAH SAKIT UNTUK MENJALANI PEMERIKSAAN. MENURUT DOKTER, KONDISINYA CUKUP BAIK, HANYA PERLU ISTIRAHAT DI RUMAH SAKIT.

PADA KAMIS 14 RAMADHAN, ISTRI DAN KELUARGA BELIAU MENJENGUK.
" APA KABAR HAMID BIN ZAID ? KAMU BETAH DISINI ?" TANYA ABUYA AMBIL MEMANDANGKU. SEPERTI BIASANYA, WAJAHNYA KELIHATAN GEMBIRA, TIDAK SEPERTI ORANG YANG SEDANG SAKIT.

" KAMI TIDAK LAMA DI RUMAH SAKIT, KARENA ISTRI DAN ANAK-ANAK ABUYA AKAN BERZIARAH KE MA'LA, KE MAKAM SYYIDAH KHODIJAH AL-KUBRA. ZIARAH KALI ANEH. BIASANYA ISTRI ABUYA TIDAK PERNAH TURUN DARI MOBIL. BELIAU MEMBACA SHOLAWAT DAN QASIDAH DARI DALAM MOBIL. EH, HARI ITU BELIAU DAN SEMUA ANGGOTA KELUARGA BERSAMA-SAMA AL-FATIHAH DI MAKAM ISTRI PERTAMA RASULULLAH SAW." UNGKAP HABIB HAMID.

MALAMNYA, MURID DAN KERABAT BELIAU BERKUMPUL DI RUMAH AKIT. WAJAH BELIAU TIDAK BERUBAH, TETAP GEMBIRA, SEPERTI TIDAK SEDANG SAKIT. " SEKITAR JAM 20.00. DOKTER DATANG, DAN MENGATAKAN ABUYA SUDAH SEMBUH. KAMI SEMUA MEMEKIK, ALLAHU AKBAR!"

SESAAT KEMUDIAN, SAYYID MUHAMMAD AL-MALIKY MEMINTA IZIN KEPADA DOKTER UNTUK MENENGOK KELUARGA DAN MURID-MURIDNYA. TEPAT JAM 00.00, BELIAU KELUAR DARI RUMAH SAKIT. SEBELUM MASUK KE MOBIL, ABUYA MENGHADAP KE LANGIT SELAMA DUA MENIT. BILAL, SALAH SATU MURIDNYA BERTANYA, " ADA APA, ABUYA ?" BELIAU MENJAWAB, " TIDAK ADA APA-APA" . SAAT ITU, SEHARUSNYA BULAN SEDANG PURNAMA SANGAT INDAH, NAMUN MALAM ITU JUSTRU TERTUTUP AWAN. " SEBELUMNYA DALAM BEBERAPA HARI TERAKHIR, BELIAU SELALU MEMINTAAGAR MURID-MURIDNYA MELIHAT BULAN, DAN BERTANYA APAKAH BULAN SUDAH KELIHATAN ?"

DARI RUMAH SAKIT, BELIAU TIDAK LANGSUNG KE RUMAH, TAPI KE PONDOK PESANTREN, UNTUK MENEMUI MURID-MURINYA. SAAT ITU JAM 03.00. " SAYA SENDIRI YANG MEMBUKAKAN PINTU GERBANG. SETELAH ITU, DATANG SAYYID ABBAS, ADIKNYA, BERSAMA KELUARGA YANG LAIN. KAMI BERSAMA-SAMA MEMBACA QASIDAH, LALU TERLIBAT DALAM OBROLAN YANG SESEKALI DISELINGI DENGAN TERTAWA LEBAR" CERITA HABIB HAMID SAMBIL MENGENANG PERISTIWA PENTING ITU.

PERTEMUAN MALAM ITU, KATANYA, DIAKHIRI DENGAN SAHUR BERSAMA. SEBELUMNYA, ABUYA SEMPAT BERTEMU KAKAKNYA DAN BIKIN PERJANJIAN UNTUK BERBUKA PUASA HANYA DENGAN TIGA BUAH KURMA DAN AIR ZAMZAM. " PAS JAM 04.00, BELIAU MEMINTA SEMUANYA ISTIRAHAT DAN BERSIAP SHALAT SHUBUH. BELIAU SENDIRI MASUK KE KAMAR KERJANYA."
DI KAMAR ITU, BELIAU DITEMANI BILAL DAN BURHAN. TAPI BILAL DIMINTA KELUAR KAMAR. SAAT ITULAH, SAYYID MUHAMMAD AL-MALIKY TIBA-TIBA BERTANYA KEPADA BURHAN. " HAI, BURHAN. AKU SEBAIKNYA ISTIRAHAT DI KURSI ATAU DI BUMI ( MAKSUDNYA KARPET ) ?"

" TERSERAH ABUYA." SAHUT BURHAN BINGUNG. KARENA TIDAK TAHU HARUS MENJAWAB ABUYA. BAGAIMANA MUNGKIN SEORANG MURID MEMUTUSKAN SESUATU UNTUK GURUNYA ?
" SAYA AKAN ISTIRAHAT DI BUMI SAJA." KATA SAYYID MUHAMMAD AL-MALIKY.

BELIAU KEMUDIAN DUDUK MENGHADAP KIBLAT DAN BERSANDAR. SESAAT, SEMPAT MENGAMBIL BUKU DARI TANGAN BURHAN. TAPI KEMUDIAN, DILETAKKAN DI MEJA, LALU BELIAU MENENGADAH MENYEBUT,
"LAILAAHA ILLALLAH...INNALILLAHI WAINNA ILAIHI RAJI'UN..........."
HANYA ITU YANG TERUCAP DARI MULUT BURHAN. HARI TEPAT TANGGAL 15 RAMADHAN 1425 H ATAU 29 OKTOBER 2004, SAAT PAGI MULAI MEMBUKA KEHIDUPAN, SAYYID MUHAMMAD BIN ALAWY BIN ABBAS AL-MALIKY AL-HASANY WAFAT.

JENAZAH ALMARHUM LANGSUNG DIBAWA KE RUMAH SAKIT. DOKTER MENYURUH SEMUA KELUARGA DAN MURID-MURID BELIAU UNTUK PULANG KE PONDOK PESANTREN. TEPAT SEUSAI SHALAT SUBUH, AMBULAN RUMAH SAKIT YANG MEMBAWA JENAZAH ABUYA, TIBA DI KEDIAMAN BELIAU. " SAYA PINGSAN. YA, SEPERTINYA, PERTEMUAN SAYA DENGAN BELIAU HANYA UNTUK MENGANTARKAN JENAZAHNYA KE MA'LA, TEMPAT BELIAU DI MAKAMKAN, DEKAT DENGAN MAKAM SAYYIDAH KHADIJAH AL-KUBRA, YANG QASIDAHNYA DIBACA SETIAP KALI SELESAI SHALAT TARAWIH."


sumber:  https://www.facebook.com/photo.php?fbid=546971625387732&set=a.236397599778471.57764.236235503128014&type=1