Senin, 04 November 2013

Meneguhkan Hati Demi Berlari dari Fitnah Agama

Kajian Taushiah Syahriah Jama'ah Dakwah Al Haromain
untuk Bulan November 2013

oleh: Abina KH. M. Ihya' Ulumiddin
 






















 بسم الله الرحمن الرحيم

 
تَثْبِيْتُ الْقَلْبِ لِلْفِرَارِ مِنْ فِتَنِ الدِّيْنِ 
قَالَ اللهُ تَعَالَى: [أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوْا أَنْ يَقُوْلُوْا آمَنَّا وَهُمْ لاَ يُفْتَنُوْنَ] العنكبوت:1. 
مَا أَحْوَجَنَا أَمَسَّ الْحَاجَةِ إِلَى الثَّبَاتِ فِى الدِّيْنِ فِى هَذَا الزَّمَانِ الْمَوْسُوْمِ بِزَمَنِ الْفِتَنِ اَيْ فِتَنِ الدِّيْنِ حِيْنَ اخْتَلَطَ الْخَيْرُ بِالشَّرِّ وَرَقَّتْ الدِّيَانَةُ وَقَلَّتْ الأَمَانَةُ وَضَعُفَ الْيَقِيْنُ وَكَثُرَتْ الْجَرَاءَةُ عَلَى الْمَعَاصِي وَالْمُجَاهَرَةُ بِهَا وَشَاعَ تَعَدِّي الْحُدُوْدِ وَانْتِهَاكُ الْمَحَارِمِ 
وَقَدْ قِيْلَ: (زَمَانٌ كَأَهْلِهِ وَأَهْلُهُ كَمَا تَرَي) يُفْتَنُ فِيْهِ الْمُسْلِمُ فَلاَطَاقَةَ لَهُ لِمُقَاوَمَتِهِ يُصْبِحُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِيْ كَافِرًا وَيُمْسِيْ مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا بِمَعْنَي أَنَّ شَخْصِيَّتَهُ أَصْبَحَتْ مُبْلَوَّرَةً لاَ مُتَمَيِّزَةً عَنْ غَيْرِهِ إِذْ يَكُوْنُ فِى آنٍ عَلَى عَمَلِهِ الْإِسْلاَمِيِّ وَفِي آنٍ آخَرَ عَلَى خِلاَفِهِ دُوْنَ اعْتِرَافٍ عَلَى أَنَّهُ آثِمٌ فِيْهِ بَلْ قَدْ يُجَاهِرُ بِهِ وَصَدَقَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَيْثُ يَقُوْلُ:[[كُلُّ أُمَّتِيْ مُعَافًى إِلاَّ الْمُجَاهِرِيْنَ وَإِنَّ مِنَ الْجِهَارِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلاً ثُمَّ يُصْبِحُ وَقَدْ سَتَرَهُ اللهُ فَيَقُوْلُ: عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللهِ عَلَيْهِ]] متفق عليه
 وَكَانَ مِنَ الْمَفْرُوْضِ أَلاَّ يَفْعَلَ ذَلِكَ بَلْ كَمَنْ وَصَفَ بِهِ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي قَوْلِهِ: [[مَنْ سَرَّتْهُ حَسَنَتُهُ وَسَاءَتْهُ سَيِّئَتُهُ فَهُوَ مُؤْمِنٌ]] رواه الطبراني . اي تَسُرُّهُ حَسَنَتُهُ لاَ مِنْ حَيْثُ كَوْنُهاَ عَمَلَهُ بَلْ مِنْ حَيْثُ أَنَّ اللهَ وَفَّقَهُ لَهاَ وَتُسِيْئُهُ سَيِّئَتُهُ مِنْ حَيْثُ أَنَّهُ اكْتَسَبَهَا وَخَالَفَ أَمْرَ اللهِ لَهُ بِتَرْكِهَا وَيَلْزَمُ هَذا الْمَعْنَي لِئَلاَّ يَغْتَرَّ بِعَمَلِهِ وَلاَ يَعْتَمِدَ عَلَيْهِ. 
وَلِلْمُسْلِمِ الْوَاعِيْ مَوْقِفُهُ لِمُوَاجَهَةِ هَذِهِ الْفِتَنِ السَّائِدَةِ وَتَثْبِيْتُ قَلْبِهِ بِمَا أَشَارَ إِلَيْهِ قَوْلُهُ تَعَالَى فىِ سُوْرَةِ الْأَنْفَالِ (45): [يَآأَيُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْا إِذَا لَقِيْتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوْا وَاذْكُرُوا اللهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ] مِنْ أَنَّ اْلإِكْثَارَ بِذِكْرِ اللهِ تَعَالَى عِنْدَ لِقَاءِ الْعَدُوِّ لِقِتَالِهِمْ مَا يُثَبِّتُ الْقَلْبَ وَكَذلِكَ عِنْدَ مُوَاجَهَةِ الْفِتَنِ الَّتِي لاَ بُدَّ أَنْ نَقَعَ فِيْهَا وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ. 
وَأَهَمُّهُ تَثْبِيْتًا لِلْقَلْبِ فِى أَرْبَعِ خِصَالٍ
ا- الصَّلاَةُ بِلَوَازِمِهَا الْأَرْبَعَةِ: إِقَامَتِهَا وَالْمُحَافَظَةِ عَلَيْهَا وَإِدَامَتِهَا وَالْحُضُوْرِ وَالْخُشُوْعِ فِيْهَا
ب- الدُّعَاءُ مِنْ حَيْثُ أَنَّهُ سِلاَحُ الْمُؤْمِنِ. فَكَانَ لِزَامًا عَلَيْهِ أَنْ لاَ يَتْرُكَ مَا وَرَدَ فِى طَلَبِ الثَّبَاتِ وَالتَّثْبِيْتِ بَعْدَ التَّشَهُّدِ الْأَخِيْرِ فىِ الصَّلاَةِ. 
ج- الإِسْتِغْفَارُ الْمَصْحُوْبِ بِالتَّوْبَةِ كَمَا أَشَارَ إِلَيْهِ قَوْلُهُ تَعَالَى: [...وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا]النصر:3. وَذَلِكَ لِإِزَاحَةِ نُكَتِ الْقَلْبِ السَّوْدَاءِ مِنَ الذُّنُوْبِ حَتَّي يَحْصُلَ التَّثْبِيْتُ وَاللهُ تعَالَى غَافِرٌ اي لِمَا مَضَي وَغَفَّارٌ وَإِنْ تَكَرَّرَتْ وَغَفُوْرٌ وَإِنْ عَظُمَتْ
د- تِلاَوَةُ الْقُرْآنِ لِجَلاَءِ صَدَأِ الْقَلْبِ لِأَنَّ الْقَلْبَ يَصْدَأُ كَمَا يَصْدَأُ الْحَدِيْدُ. حَتَّي إِذَا تَحَلَّي الْمُسْلِمُ الْوَاعِيْ بِهَذِهِ الْخِصَالِ عَلَى سَبِيْلِ التَّكْرِيْرِ تَخَلَّي عَنْهُ التَّكْدِيْرُ وَحَصَلَ التَّقْرِيْرُ وَتَجَلَّي عَنْهُ التَّنْوِيْرُ مَعَ مَا طَيَّبَهُ بِالصَّلاَةِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالتَّكْثِيْرِ فَثَبَّتَهُ اللهُ تَعَالَى بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فىِ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِى اْلآخِرَةِ . 
=والله يتولى الجميع برعايته= 

Meneguhkan Hati Demi Berlari dari Fitnah Agama
Allah tabaraka wata’ala berfirman: “Apakah manusia menyangka akan dibiarkan (begitu saja hanya karena) mereka telah mengatakan: “Kami telah beriman” dan (lantas) mereka tidak akan mendapatkan cobaan”QS al Ankabut:1
Betapa kita benar-benar sangat membutuhkan akan keteguhan dalam agama pada zaman yang diidentifikasi sebagai zaman fitnah. Yaitu fitnah-fitnah agama ketika kebaikan bercampur aduk dengan keburukan; rasa beragama kian menipis, sifat amanah semakin berkurang, keyakinan melemah, banyak perilaku maksiat dilakukan dengan berani (lancang) dan (bahkan) secara terang-terangan, serta tindakan melewati batas dan pelanggaran terhadap larangan agama terjadi di mana-mana, sungguh telah dikatakan: “Pelaku adalah potret masa. Sementara pelakunya bisa anda saksikan (sendiri seperti apa)”, di mana dalam zaman seperti ini seorang muslim bisa (saja) terkena fitnah, tak ada kekuatan sama sekali baginya untuk melawan sehingga pada waktu pagi hari ia mukmin dan sore hari sudah menjadi seorang kafir atau sore hari ia masih seorang mukmin dan pagi hari sudah menjadi seorang kafir dalam artian kepribadiannya menjadi kacau balau (mublawwarah), bukan kepribadian yang istimewa dibandingkan orang lain. (mengapa demikian?) karena dalam satu waktu ia berada dalam aktivitas islami dan pada waktu lain justru melakukan hal yang berlawanan dengan islam tanpa mengakui bahwa ia telah berbuat dosa, bahkan terkadang malah sengaja menyiarkannya.

Benarlah Rasulullah Saw yang bersabda: “Seluruh umatku dimaafkan kecuali orang-orang yang sengaja menyiarkan dosa. Dan sesungguhnya termasuk menyiarkan dosa adalah jika seseorang melakukan suatu perbuatan di malam hari kemudian memasuki waktu pagi mendapati Allah Swt benar-benar menutupinya, lalu ia (malah) bercerita (kepada orang lain): “Tadi malam aku melakukan ini dan itu” semalaman Allah menutupinya dan pada pagi harinya ia justru ia membuka penutup Allah atas dirinya” (Muttafaq alaih)
padahal semestinya ia tidak melakukan hal tersebut, tetapi seharusnya seperti orang yang disebutkan Rasulullah Saw: “Barang siapa senang dengan kebaikan dirinya dan susah karena keburukannya maka dialah orang yang beriman”(HR Thabarani) .
Maksudnya ia bergembira karena kebaikannya, bukan karena kebaikan itu sebagai amalnya, tetapi dari sisi sesungguhnya Allah telah memberinya taufiq (pertolongan) bisa melakukannya. Dan merasa sedih karena keburukannya dari sisi kenapa ia mesti melakukan keburukan itu sekalipun melanggar perintah Allah kepadanya berupa agar keburukan itu ditinggalkan. Memahami makna hadits dengan poin ini penting agar seseorang tidak tertipu dan bergantung kepada amalnya. 
Bagi seorang muslim terbina harus mengambil sikap memerangi fitnah yang sudah menggejala ini. Ia harus melakukan usaha meneguhkan hatinya seperti diisyaratkan oleh firman Allah dalam QS al Anfaal 45: “ Wahai orang-orang yang beriman jika kalian berjumpa (berperang) dengan kelompok (kaum kafir) maka berteguh hatilah dan banyaklah berdzikir kepada Allah agar kalian senantiasa meraih kemenangan”, yaitu bahwa memperbanyak dzikir kepada Allah saat berhadapan dan berperang dengan musuh bisa menjadikan hati teguh. Dan begitu pula halnya dengan saat menghadapi fitnah-fitnah di mana kita tidak mungkin menghindarkan diri darinya karena fitnah justru lebih berat daripada pembunuhan. 
Dan hal terpenting yang bisa meneguhkan hati berada dalam empat perkara:

 1. Shalat dengan empat konsekwensinya yaitu mendirikan, menjaga, melanggengkan dan melakukannya dengan khusyu’.

 2. Do’a karena ia adalah senjata orang beriman. Maka mesti baginya agar tidak meninggalkan do’a yang warid yang dibaca setelah tasyahhud akhir dalam shalat tentang mencari keteguhan dan peneguhan.

3. Istighfar yang dibarengi dengan taubat sebagaimana diisyaratkan oleh firman Allah: “...dan memohonlah ampunan kepadaNya karena sesungguhnya Dia Maha Penerima taubat”QS An nashr:3. Itu dilakukan demi menghilangkan noda-noda hitam dalam hati akibat dosa-dosa sehingga akhirnya ia mendapatkan peneguhan. Allah Maha Mengampuni dosa yang telah lampau, Maha Pengampun akan dosa-dosa meski berulang dan Maha Pengampun meski dosa besar.
 
4. Membaca Alqur’an untuk menjernihkan karat hati karena sebagaimana besi, hati juga bisa berkarat. Dan ketika seorang muslim terbina telah secara konsisten berhiaskan empat hal tersebut maka ia akan bersih dari kekeruhan, mendapatkan kestabilan lalu pencerahan yang disertai pula dengan harum wangi bacaan shalawat yang diperbanyaknya sehingga lalu Allah pun Memberinya keteguhan dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan dunia dan akhirat.


 =والله يتولى الجميع برعايته=

Minggu, 03 November 2013

doa akhir tahun dan awal tahun dari riwayat yang lain




دعاء آخر السنة
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ  أَلَلَّهُمَّ مَاعَمِلْتُ فِيْ هذِهِ السَّنَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ اَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ , وَلَمْ وَتَنْسَهُ , وَحَلِمْتَ عَلَيَّ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ , وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْهُ بَعْدَ جُرْأَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ , فَإِنِّيْ أَسْتَغْفِرُكَ فَاغْفِرْ لِيْ , وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَاهُ وَوَعَدْ تَنِيْ عَلَيْهِ التَّوَابَ فَأَسْأَلُكَ الَّلهُمَّ يَا كَرِيْمُ يَاذَا الْجَلَالِ وَالْاِكْرَامِ اَنْ تَتَقَبَّلَهُ مَنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيْمُ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ .--- 3 مرّة


دعاء اوّل السنة

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ , أَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ , أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تَمْلَاُ خَزَائِنَ اللَّهِ نُوْراً , وَتَكُوْنُ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ فَرَجاً وَسُرُوْراً وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْماً كَثِيْراً, أَللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ اْلْأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَجُوْدِكَ الْمُعَوَّلُ , وَهَذا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ اَقْبَلَ , أَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَيْطَانِ وَأَوْلِيآئِهِ , وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ , وَالْإِسْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَىَ , يَاذَا الْجَلاَلِ وَالْإكْرَمِ , وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ 3--- مَرَّة

AMALIAH DAN DOA DI AWAL & AKHIR TAHUN HIJRIYYAH *


Ketahuilah, bahwasanya bulan Muharam merupakan bulan yang agung, bulan yang memiliki ragam keutamaan yang mencakup segala aspek kehidupan. Muharam juga dikenal sebagai bulan yang paling utama dari bilangan bulan yang ada, tentunya setelah Ramadhan, yang kemudian di susul oleh Rajab, Dzul Hijjah, Dzul Qi'dah dan Sya'ban.

Muharam juga di sebut sebagai bulan Allah yang di agungkan, ia menjadi bulan paling utama di antara keempat bulan Ashur al Hurum yang ada. Di mana ketiga tiganya datang secara berurutan (Dzul Qi'dah, Dzul Hijjah dan Muharam),sementara posisi bulan Rajab keberadaannya memang terpisah dari yang tiga bulan sesudahnya.
Al Hafidz Al Imam Ibnu Hajar berkata: telah di riwayatkan dari Sayyidah Hafshah radhiyahu anha, bahwasanya Nabi Salallahu alaihi wa sallam bersabda, "Barang siapa yang berpuasa di hari terakhir dari bulan Dzul Hijjah dan sehari lagi di awal bulan Muharam, niscaya Allah menjadikan baginya tebusan dosa selama lima puluh tahun. Satu hari berpuasa di bulan Muharam itu sama halnya berpuasa tiga puluh hari (di luar Muharam)."

Al Ghazali dalam karya fenomenalnya, 'Ihya' Ulumiddin' telah memaparkan sebuah riwayat, " Barang siapa berpuasa tiga hari di bulan Muharam; mulai Kamis, Jum'at dan Sabtu, niscya Allah akan mencatat bagi orang tersebut seperti beribadah selama tujuh ratus tahun."

Adapun amaliyah doa yang di panjatkan khusus di bulan Muharam itu ma'tsur (memiliki dasar hukum), kebaikannya pun juga cukup sempurna. Salah satu di antaranya ialah amalan sebuah doa yang hendaknya di awali dengan membaca ayat Kursi sebanyak 360 X yang disertai bacaan Basmallah di tiap tiap kalinya. Dan apabila telah rampung, maka seyogyanya membaca doa di bawah ini ;
 
ألَلهُمَّ يَا مُحَوِّلَ الْأَحْوَالِ , حَوِّلْ حَالِيْ إِلَىَ أَحْسَنِ حَالٍ
 بِحَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ يَاعَزِيْزُ يَا مُتَعَالُ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Pembacaan doa Muharam memiliki faidah dan manfaat yang tidak sedikit, sebagaimana penjelasannya akan anda ketemukan setelah ini.

Sebagaimana hasil tulisan yang telah kami nukil dari buku guru besar kami yang bernama Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan rahimahullah, beliau pernah memaparkan, bahwasanya sebagian dari ulama menyebutkan, barang siapa di awal hari dari bulan Muharram membaca ayat Kursi sebanyak 360 X di sertai bacaan Basmalah di tiap tiap kalinya, maka hal itu dapat menjadikan benteng yang kuat baginya dari pengaruh syaithan di setahun yang akan di jalaninya, di dalamnya juga terdapat beragam manfaat yang tak terbilang banyaknya. Demikian pula dengan guru kami yang bernama syaikh Ustman Dimyathi, beliau selalu berupaya mengistiqamahkan bacaan ayat Kursi tersebut. Dan hendaknya ayat Kursi di baca sebelum doa Muharam.

Di samping itu, ada pula sebuah doa yang biasa di amalkan oleh sebagian para ulama, ketika mereka memasuki malam pergantian tahun baru Islam. Berikut ini penuturan al Allamah Jamaluddin Sibthi bin Al Jauzi dari Syaikh Umar bin Qudamah al Maqdisi, terkait dengan pelaksanaan doa awal dan akhir tahun " Para guru guru kami senantiasa berpesan agar murid muridnya membaca doa awal dan akhir tahun, dan akupun tidak pernah meninggalkannya di sepanjang umurku."
Doa Akhir Tahun :

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ  أَلَلَّهُمَّ مَاعَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِيْ سَنَةِ الْمَاضِيَةِ وَلَمْ تَرْضَهُ , وَنَسِيْتُهُ وَلَمْ تَنْسَنِيْهِ , وَحَلِمْتَ عَنِّيْ مَعَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ , وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جُرْأَتِيْ عَلَيْكَ , أَلَلَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَغْفِرُكَ مِنْهُ فَاغْفِرْ لِيْ , أَلَلَّهُمَّ وَمَاعَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ تَرْضَاهُ وَوَعَدْ تَنِيْ عَلَيْهِ التَّوَابَ وَالْغُفْرَانَ فَتَقَبَّلْهُ مَنِّيْ , وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِي مِنْكَ يَا كَرِيْمُ يَا أَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ , وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ .--- 3 مرّة
 
Berikut ini DOA AWAL TAHUN, hendaknya di baca sebanyak tiga kali, di permulaan malam atau hari pertama dari bulan Muharam;

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ , أَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ , أَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تَمْلَاُ خَزَائِنُ اللَّهِ نُوْراً , وَتَكُوْنُ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ فَرَجاً وَسُرُوْراً وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْماً كَثِيْراً, أَللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ اْلْأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ الْعَمِيْمِ الْمُعَوَّلُ , وَهَذاَعَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ اَقْبَلَ , أَسْئَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَيْطَانِ وَأَوْلِيآئِهِ , وَالْعَوْنَ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ , وَالْإِسْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَىَ , يَاذَا الْجَلاَلِ وَالْإكْرَمِ , وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ 3--- مَرَّة
 
أَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ بِكَ أَنْ تُصَلِّيَ وَتُسَلِّمَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى سَائِرِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ , وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِمْ أَجْمَعِيْنَ , وَاَنْ تَغْفِرَ لِيْ مَا مَضَى , وَتَحْفَظَنِيْ فِيْمَا بَقِيَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ . أَللَّهُمَّ هَذَهِ سَنَةُ جَدِيْدَةُ مُقْبِلَةٌ لَمْ أَعْمَلْ فِيْ إِبْتِدَائِهَا عَمَلاً يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَىَ غَيْرَ تَضَرُّعِيْ إِلَيْكَ, فَأَسْئَلُكَ أَنْ تُوَفِّقَنِيْ لَمَا يُرْضِيْكَ عَنِّي مِنَ الْقِيَامِ لِمَا لَكَ عَلَيَّ مِنْ طَاعَتِكَ , وَأَلْزِمْنِيْ الْإِخْلاَصَ فِيْهِ لِوَجْهكَ الْكَرِيْمِ فِيْ عِبَادَتِكَ , أَسْئَلُكَ إِتْمَامَ ذَلِكَ عَلَيَّ بِفَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ , أَلَلَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْئَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ السَّنَةِ المقْبِلَةِ يَمُنَّهَا وَيُسْرَهَا وَأَمْنَهَا وَسَلاَمَتَهَا , وَأَعُوْذُبِكَ مِنْ شُرُوْرِهَا وَصُدُوْدِهَا , وَعُسْرِهَا وَخَوْفِهَا وَهَلاَكَتِهَا . أَرْغَبُ إِلَيْكَ أَنْ تَحْفَظَ عَلَيَّ فِيْهَا دِيْنِي اَلَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِيْ , وَدُنْيَايَ الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشِيْ , وَتُوَفِّقَنِيْ فِيْهَا إِلَى مَا يُرْضِيْكَ عَنَّيْ فِيْ مَعَادِيْ , يَا أَكْرَمَ الْأَكَرَمِيْنَ , يَا أَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ . وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ ( دَعْوَاهُمْ فِيْهَا سُبْحَانَكَ اللهمَّ وَتَحَيَّتُهُمْ فَيْهَا سَلاَمٌ
, وَآخِرُ دَعْواَهُمْ أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ )
 
-


Ketika melihat umat Islam dengan tulus membaca doa dan munajat ini, maka syaithan akan berkeluh kesah, "Aku sudah capek capek menggodanya selama setahun, akan tetapi semua itu menjadi sia sia, lantaran adanya waktu sekejap ini."

* Di alih bahasakan dari Kitab 'Kanzun Najah wa Assurur', karya Syaikh Abd Hamdi Quds.
 
sumber: https://www.facebook.com/ammiali.rahbini 

Sabtu, 02 November 2013

RAMUAN OBAT TRADISIONAL UNTUK MENGOBATI PENYAKIT AMBEIEN ATAU WASIR


PENYAKIT AMBEIEN ATAU WASIR


RAMUAN OBAT TRADISIONAL UNTUK MENGOBATI PENYAKIT AMBEIEN ATAU WASIR

Daun Sembung


Ambeien atau wasir merupakan gangguan atau penyakit yang terjadi pada anus dimana bibir anus mengalami pembengkakan yang kadang-kadang disertai pendarahan. Penyakit ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain, genetika, mengejan terlalu keras saat buang air besar, mengangkat beban berlebihan, olah raga salah, terlalu banyak pada posisi tertentu, misalnya duduk atau berdiri. Ambien atau wasir lebih sering terjadi pada wanita, karena wanita sering mengalami pelebaran pembuluh balik saat sedang menstruasi.

Gejala penyakit ambien atau wasir biasanya adalah rasa panas di anus saat duduk terlalu lama atau setelah buang air besar, adanya darah segar saat buang air besar, adanya tonjolan akibat pembesaran pembuluh darah, rasa sakit pada sekitar anus terutama setelah buang air besar, rasa gatal di anus akibat infeksi di sekitar anus.

Penyakit ambeien atau wasir secara herbal dapat disembuhkan dengan tanaman seperti daun sembung, daun ungu, daun keji beling, akar kepuh, kulit batang randu, kulit kayu kesambi, kulit kayu jelema/penarahan. Berikut ini akan diuraikan mengenai beberapa ramuan herbal tradisional alami untuk mengobati penyakit ambeien atau wasir:

RAMUAN HERBAL AMBEIEN ATAU WASIR

Resep Obat Ambeien atau Wasir 1

Bahan
Akar kepuh (Sterculia foetida) 5-10 gr
Kulit batang randu (Ceiba petandra) 4-5 gr
Kulit kayu kesambi (Schleichera oleosa) 4-5 gr
Kulit kayu jelema/penarahan (Knema cinerea) 4-5 gr
Bubuk pedes ½ gr
Tuak ½ gr
Cara Membuat
Tumbuk sampai halus akar kepuh, kulit batang randu, kulit kayu kesambi, kulit kayu jelema/penarahan, bubuk pedes ½ gr. Lalu tambahkan tuak, campur hingga rata.
Balurkan pada bagian yang sakit.

Resep Obat Ambeien atau Wasir 2

Bahan
Daun sembung (Blumea balsamifera) muda 20-25 gr
Adas 4-5 gr
Kapur sirih 2-3 gr
Air bersih 2-3 gelas
Cara Membuat
Campur daun sembung dengan adas dan kapur sirih, lalu rebus dengan air sampai mendidih.
Mium 2-3 x 1 hari.





Resep Obat Ambeien atau Wasir 3

Bahan
Daun ungu (Graptophyllum pictum) 14-15 gr
Air bersih 2-3 gelas
Cara Membuat
Cuci sampai bersih daun ungu, lalu rebus dengan air sampai mendidih.
Mium 2-3 x 1 hari sebanyak 1 gelas.

Resep Obat Ambeien atau Wasir 4

Bahan
Daun keji beling (Hemigraphis colorata) 4-5 gr
Air panas 1 gelas
Cara Membuat
Cuci sampai bersih daun keji beling, lalu seduh dengan air panas.
Mium 2-3 x 1 hari sampai sembuh.

Resep Obat Ambeien atau Wasir 5

Bahan
Pisang batu 1 buah
Pupus daun jambu biji (Psidium guajava) secukupnya
Cara Membuat
Cuci sampai bersih pupus jambu biji. Tumbuk pisang batu dan pupus jambu biji yang telah dicuci bersih, setelah halus lalu peras untuk diambil airnya.
Minum ramuan herbal tradisional setiap hari. Lakukan secara rutin sampai sembuh.

Resep Obat Ambeien atau Wasir 6

Bahan
Rimpang temu hitam 15 gr
Kuning telur ayam
Madu 2 sendok makan
Air panas 1 cangkir
Cara Membuat
Cuci bersih temu hitam, kemudian kupas, parut. Seduh dengan air panas. Kemudian dinginkan sebentar sebelum disaring. Tambahkan kuning telur ayam dan madu dalam ramuan siap minum.
Minum ramuan herbal tradisional sekali habis. Lakukan setelah bangun tidur.




Resep Obat Ambeien atau Wasir 7

Bahan
Akar kangkung (Ipomea sp.) 3 genggam
Air bersih 3 gelas
Cara Membuat
Akar kangkung dicuci sampai bersih, setelah itu rebus menggunakan air bersih, biarkan hingga tinggal separonya, angkat dan dinginkan, saring.
Minum ramuan herbal tradisional 2 x 1 hari. Setiap kali minum sebanyak 2/4 gelas.

Resep Obat Ambeien atau Wasir 8

Bahan
Daun pare (Momordica charantia) segar 5 lembar
Air bersih ¼ gelas
Yoghut cair 1 gelas
Cara Membuat
Daun pare dicuci sampai bersih, lalu rebus menggunakan air bersih hingga mendidih, setelah mendidih baru didinginkan, peras dan saring. Ambil 3 air ramuan sebanyak 3 sendok makan, tambahkan yoghurt cair.
Minum ramuan herbal tradisional secara rutin setiap pagi.

Resep Obat Ambeien atau Wasir 9

Bahan
Daun sirih merah (Piper decumanum ) 7 lembar
Daun bidara upas 20 gr
Buah dewa 30 gr
Air bersih 3 gelas
Cara Membuat
Cuci daun sirih merah, daun bidara upas, buah dewa sampai bersih. Rebus sampai mendidih, biarkan sebentar hingga airnya tersisa satu gelas. Angkat, dingikan, saring.
Minum ramuan herbal tradisional 2 x 1 hari selagi masih hangat.

Resep Obat Ambeien 10

Bahan
Daun lidah buaya (Aloe vera)
Sirup
Jeruk lemon
Air matang
Air kapur sirih
Cara Membuat
Kupas kulit lidah buaya hingga bersih, lalu potong-potong sesuai selera, cuci sampai bersih pada air mengalir hingga tak berlendir. Bikin larutan kapur sirih, gunakan untuk merendah lidah buaya, biarkan selama 1 jam. Lalu cucilah juga menggunakan air mengalir untuk menghilangkan bau kapur sirih, dapat dilakukan hingga 5 kali pencucian. Setelah itu rebus air sampai mendidih, masukkan lidah buaya kedalamnya, dan biarkan hingga mendidih. Angkat, dan tiriskan. Tambahkan perasan jeruk lemon sirup dan air matang. Jadikan minuman segar lidah buaya.
Minum ramuan herbal lidah buaya secara teratur.

Resep Obat Ambeien 11

Bahan
Daun lidah buaya (Aloe vera) segar secukupnya
Air panas ½ gelas
Madu
Cara Membuat
Kupas, cuci sampai lendirnya hilang pada air yang mengalir, lalu parutlah. Tambahkan air panas dan madu.
Minum ramuan herbal lidah buaya ini 3 x 1 hari. Ramuan diminum saat masih hangat-hangat kuku.




RAMUAN OBAT TRADISIONAL UNTUK MENGOBATI WASIR BERDARAH

Bahan
Herbal tapak kuda (Ipomoea pes-caprae )30 gr
Usus ayam 360 gr
Air secukupnya
Cara Membuat
Cuci hingga bersih tanaman tapak kuda dan usus ayam. Masak semua bahan hingga menjadi tim.
Makan tim selagi hangat. Lakukan secara rutin.
Oleh

BAHAYA FOTO AKHWAT di FB



"Alhamdulillah terima kasih sudah di ingatkan",
" sukron atas ilmunya, bermanfaat sekali" ... dan bla..bla..bla...
( ini adalah sebuah ucapan or ungkapan dari beberapa orang yang mendapat artikel tentang memajang foto di FB ) anehnya masihhh juga menampilkan...

"APAKAH KAMU RELA, KECANTIKANMU itu dinikmati oleh ORANG-ORANG yg DEKAT dan JAUH darimu, RELAKAH dirimu MENJADI BARANG DAGANGAN yang MURAH bagi semua orang atau MENJAD I BARANG PAJANGAN yg semua orang dapat melihatnya, baik yg jahat maupun yg terhormat??


Bahaya Foto

• Pertama, kita tentu sadar internet adalah ruang publik yang bisa dimanfaatkan semua orang hampir tanpa batasan. Dan diantara orang-orang tersebut pastilah terdapat orang yang ingin berbuat zhalim. Dengan teknologi sekarang ini, betapa mudahnya setiap orang memanipulasi sebuah gambar menjadi apa yang dinginkan si manipulator. Dengan memasang foto diri di internet, maka hal tersebut membuka peluang orang-orang zhalim yang tentu saja tanpa izin terlebih dahulu memanipulasi/mengubah sedemikian rupa menurut keinginannya. Bayangkan saja, suatu ketika kita melihat foto diri sang akhwat dari atas berbalutkan jilbab (pakaian muslimah) tetapi bagian bawah dimanipulasi sehingga seakan-akan telanjang ataupun setengah telanjang. Na’udzubillah…..

Dengan aplikasi photoshop orang2 yang tak bertanggungjawab dengan mudah mengganti muka seseorang dengan orang lain, contohnya afwan jiddan seorang akhwat di poto tidak berbusana, dan begitu juga seorang miyabi di edit menjadi berjilbab


Kedua, akhwat (aktivis dakwah) adalah tauladan bagi muslimah yang belum tersentuh dakwah (awwam-red). Namun apa jadinya jika para ujung tombak dakwah bagi teman-teman terdekatnya melakukan suatu hal yang tidak sepatutnya dilakukan oleh seseorang yang notabene telah bertitel “akhwat”. Saat muslimah yang awwam, terlihat fotonya yang bak foto model sebuah majalah remaja mejeng di blog-blog maupun profil jejaring dunia maya mereka hal tersebut bisa kita maklumi dan menjadi hal yang lumrah. Namun apa jadinya kalo seandainya kita berikan suatu nasehat agar tidak melakukan hal itu, karena bisa menjadi suatu fitnah, kemudian mereka berkilah, “lha wong si fulanah yang aktivis dakwah itu aja juga melakukan hal yang sama kok, apalagi saya yang masih jauh dari nilai-nilai agama”. Dan menganggap bahwa hal tersebut tidaklah bertentangan dengan dalih orang yang paham agama pun melakukannya jua..


Ketiga, wajah ayu dan sebuah profil yang terkesan sholehah menjadi daya tarik tersendiri bagi kaum adam. Maka berlomba-lomba-lah mereka untuk menjadi teman, sahabat, atau dalih menjalin ukhuwah yang padahal terkadang hanya didasari sebuah keinginan untuk memiliki sosok ayu nan sholeha tersebut. Sehingga semakin menjadikan para ikhwan/laki-laki yang di hatinya terdapat penyakit menjadi semakin terjerumus dalam asyiknya pertemanan ala ikhwan-akhwat. Dari sisi ini pertama sang pelaku sudah melanggar atau lebih tepatnya tidak mendukung usaha para ikhwan/laki-laki untuk mengamalkan salah satu firman Allah ta’ala:

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman:
“Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.(An-nuur: 30)

Dalam sebuah hadits diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau pernah bersabda kepada Ali radhiyallahu’anhu. “Artinya :
Wahai Ali, janganlah engkau susul pandangan dengan pandangan lagi, karena yang pertama menjadi bagianmu dan yang kedua bukan lagi menjadi bagianmu (dosa atasmu)”. [Hadits Riwayat Ahmad, At-Tirmidzi dan Abu Daud].


Keempat, akhwat yang menampakkan foto dirinya di internet telah melanggar larangan untuk tidak tabarruj dan sufur. Tabarruj artinya seorang wanita menampakkan sebagian anggota tubuhnya atau perhiasannya di hadapan laki-laki asing. Sedangkan Sufur adalah seorang wanita menampak-nampakkan wajah di hadapan lelaki lain. Oleh karena itu Tabarruj lebih umum cakupannya daripada sufur, karena mencakup wajah dan anggota tubuh lainnya.

Tabarruj diharamkan dalam syariat berdasarkan ayat al-Qur’an dan juga hadits, antara lain:
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.”
(QS. Al-Ahzab: 33).

Tabarruj memiliki berbagai macam bentuk seperti:
• Menampakkan sebagian anggota tubuhnya di hadapan laki-laki lain.
• Menampakkan perhiasan termasuk di dalamnya pakaian yang ada di balik jilbab.
• Berjalan berlenggak-lenggok di hadapan lelaki lain.
• Memukul kaki untuk menampakkan perhiasan yang dipakainya.
• Melembutkan ucapan di hadapan laki-laki lain.
• Bercampur baur dengan kaum laki-laki, bersentuhan dengan mereka, berjabatan tangan dan berdesak-desakan di tempat atau angkutan umum..


Lalu dimana ‘Iffah dan Haya’ ?

Saudariku yang ana hormati, tentu saudari sudah mengetahui kewajiban dan keutaman berhijab. Dan tentu saudariku juga berusaha semaksimal mungkin untuk mengamalkan setiap makna dan keutamaannya. Ana tidak akan meragukan lagi, pemahaman saudariku akan hal itu. Bahkan di antara saudari-saudariku sudah mengamalkan lebih daripada saudarinya yang lain untuk menggunakan niqob (cadar) yang sebagian menyatakan ini sunnah muakkaddah . Tentu usaha pengamalan mereka ini patut kita hargai lebih dari yang lain.

Namun saudariku, apabila engkau menampakkan gambar dirimu di internet lalu dimanakah esensi hijab sebagai al Haya’ (rasa malu). Sebagai seorang muslimah sejati, tentulah saudariku akan berpikir ribuan kali untuk melakukan hal yang demikian. Padahal Rasullullah Shallallahu’alaih wa sallam bersabda yang artinya: “Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlaq dan akhlaq Islam adalah malu” sabda beliau yang lain; “Malu adalah bagian dari Iman dan Iman tempatnya di Surga”.

JADI LAH kalian BARANG yg MAHAL, seperti "MUTIARA" bukankah mutiara itu mahal, DIJAGA & DIRAWAT, DISIMPAN BAIK-BAIK serta DIRAWAT, tidak ditaruh DISEMBARANGAN TEMPAT, kecuali tempat yg benar-benar AMAN dan TERJAGA. Jangan menjadi BARANG MURAHAN..

Karna engkau adalah salah satu penyebab dari terjerumusnya kami karna pandangan mata..
Maka Cantik.. Bantu,, BANTULAH AKU MENJAGA MATAKU,, BANTULAH AKU MENJAGA PANDANGANKU... !!!!!!


=====

FATWA SYAIKH SHALEH UTSAIMIN
Syaikh yang mulia Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin -rahimahullah- ditanya tentang sikap kebanyakan orang yang menyepelekan melihat gambar wanita ajnabiyyah (bukan mahrom) dengan alasan bahwa itu hanya gambar, tidak hakiki.

Syaikh rahimahullah menjawab, "ini sikap yang menyepelekan sekali, karena jika seseorang melihat wanita, baik melalui video, media cetak, atau selainnya, niscaya hal itu menyebabkan fitnah (kerusakan) di dalam hati seorang lelaki yang menggiringnya untuk melihat wanita tersebut secara langsung. Ini Fakta.

Kami telah mendengar bahwa ada sebagian pemuda yang terfitnah oleh gambar-gambar wanita yang cantik-cantik untuk dinikmatinya, dan ini menunjukkan besarnya fitnah melihat gambar tersebut. Maka tidak boleh seseorang melihat gambar tersebut, baik melalui majalah atau halaman buku, atau selainnya.
(selesai)




Pertanyaan untuk dijawab sendiri :

* Untuk para lelaki :
Ketika anda melihat gambar/foto wanita, apa yang terbesit di dalam hati Anda? Kalau biasa saja, berarti perlu dipertanyakan kenormalannya, atau bisa jadi karena sudah keseringan melihat jadi sudah tidak terpengaruh lagi dengan gambar tersebut? na'udzubillahi min dzalik.

* Untuk para wanita :
Apa yang anti harapkan dari memasang foto-foto anti? apakah anti berharap akan banyak yang suka dengan anti? atau tidak menyadari bahwa sebenarnya foto-foto anti itu telah dinikmati oleh para lelaki yang sedang lemah imannya? Kasihanilah kami kaum lelaki..

(Sumber: http://www.facebook.com/photo.php?fbid=3798464434355&set=p.3798464434355&type=1&theater)

***

Semoga Bermanfaat ...

Silahkan saudara-saudariku yang baik, yang mau share atau co-pas, dengan senang hati. Semoga bermanfaat. Semoga pula Allah Ta'ala berikan pahala kepada yang membaca, yang menulis, yang menyebarkan, yang mengajarkan dan yang mengamalkan… Aamiin, Aamiin, Aamiin ya Alloh ya Rabbal’alamin …

---Salam Santun Ukhuwah Karena-NYA---